Oleh: Mula Harahap
Saya rasa, ongol-ongol buatan ibu saya adalah kue yang paling enak sedunia. Resepnya sebagai berikut:
Bahan-bahan
-Enam anak (5 lelaki dan 1 perempuan) yang–seperti ulat daun–selalu kelaparan dan melahap apa saja.
-Tepung kanji atau tepung sagu.
-Gula merah.
-Garam (secukupnya).
-Kelapa parut.
-Air.
Cara membuat
-Dudukkan keenam anak di lantai mengelilingi sebuah tampah yang berisi kelapa parut.
-Masukkan tepung kanji, gula merah, garam dan air ke dalam belanga yang telah dijerang di atas kompor.
-Aduklah adonan itu perlahan-lahan sampai menjadi kental (sticky).
-Ambil adonan yang kental itu dengan sendok, gelindingkan di atas kelapa parut, dan masukkan ke mulut anak nomor satu. Hup! Demikian seterusnya sampai kepada anak nomor enam.
-Bila adonan dalam kuali masih tersisa, ulangi lagi hal yang sama dari anak nomor satu dan seterusnya.
-Bila adonan sudah habis, tapi keenam anak itu masih menengadah dengan mata melotot dan mulut menganga, maka katakanlah: “Kalian semua sudah saya beri makan. Sekarang pergilah. Jangan ada lagi yang saya lihat mundar-mandir tak berketentuan di dapur ini….” [.]
Hehehe…Biasanya anak pertama yang selalu merasa kekurangan….Bener ‘gak, Amang?
Seingatku nama Batak-nya bukan ongol-ongol, kan ? Tolong buat yang tahu, karena tulisan Lae Harahap ini tiba-tiba menghidupkan kenangan masa kecil. Apa nama Batak-nya ?
Terima kasih, Lae, untuk tulisan ringan yang renyah dan sabas. Horas!
Di kampung saya namanya onde-onde. Kalau dilafalkan: odde-odde. He.. he…
Kalo ongol-ongol bukan anak pertama yangg selalu dapat banyak, tapi kalau kerak nasi baru dikasih paling banyak. Tul nggak, Tulang?
Betul. Bacalah cerita saya “Tentang Oleh-oleh” ada tentang kerak nasi di sana–MH