Indonesia Library and Publisher Expo (17-25 Oktober 2009)

Oleh: Mula Harahap

Dari tanggal 17 sampai dengan 25 Oktober 2009 mendatang Perpustakaan Nasional RI dan Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat akan menyelenggarakan sebuah pameran perpustakaan dan penerbit, atau yang disebut sebagai “Library and Publisher Expo”.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, di dalam pameran ini berbagai perpustakaan dan penerbit secara bersama-sama akan memperkenalkan jasa dan produk yang dihasilkannya kepada masyarakat. Perpustakaan akan memamerkan fasilitas ruang penyimpnan dan ruang bacanya, sistem pelayanannya, koleksinya dsb, dan penerbit akan memamerkan buku-buku yang diterbitkannya (terutama terbitan terakhir), bidang atau jenis terbitan yang menjadi garapannya dsb. Tujuan dari pameran bersama ini tentu saja adalah semakin meningkatkan kecintaan terhadap buku dan kegemaran membaca di masyarakat.

Perpustakaan Nasional dan Ikapi sama-sama menyadari bahwa disebabkan oleh faktor ekonomi masih banyak anggota masyarakat yang tidak mampu untuk membeli buku. Tapi hal ini kiranya tidaklah perlu menjadi penghalang bagi anggota masyarakat tersebut untuk membaca buku. Dengan mengenal secara lebih baik berbagai jasa yang disediakan oleh perpustakaan maka diharapkan masyarakat akan lebih terdorong untuk mengunjungi perpsutakaan yang ada di wilayahnya. Apalagi dewasa ini telah cukup banyak hal yang dilakukan oleh negara dalam mengembangkan berbagai perpustakaan: perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah dsb.Dan bila masyarakat semakin ramai mengunjungi dan memanfaatkan sebuah perpustakaan, maka hal tersebut tentu akan bisa dijadikan dasar bagi peningkatan dan pengembangan selanjutnya dari perpustakaan tersebut..

Sebuah perpustakaan yang baik dan ramai dikunjungi orang bukanlah ancaman, tapi justeru adalah pasar bagi penerbit. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak negara yang memiliki sistem perpustakaan yang baik. Produk-produk buku yang bermutu dan dibutuhkan bagi perkembangan peradaban, tapi yang kurang populer, selalu akan diserap dalam jumlah yang cukup ekonomis oleh sistem perpustakaan yang ada di negara tersebut. Dengan demikian penerbit akan selalu termotivasi untuk menerbitkan buku-buku yang dibutuhkan oleh perkembangan peradaban tersebut, dan tak perlu hanya menerbitkan buku-buku yang kurang bermutu tapi populer demi untuk menjaga kelangsungan usahanya.

Pameran ini akan diikuti oleh lebih kurang 30 perpustakaan, yang meliputi Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Propinsi, Perpustakaan Kabupaten?kota, Perpustakaan Universitas, Perpustakaan Departemen/Lembaga Negara, Perpustakaan Masyarakat,dsb.

Melalui pameran ini perpustakaan-perpustakaan tersebut berharap untuk mendapat saran dan kritikan dari masyarakat demi pengembangan dirinya. Perpustakaan-perpustakaan itu juga berharap untuk menjaring pemakai jasanya atau anggotanya. Kini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah memungkinkan perpustakaan untuk berhubungan dengan anggotanya atau sesama perpustakaan tanpa harus dibatasi oleh jarak. Disamping itu, melalui pameran ini, perpustakaan-perpustakaan yang hadir ingin berdiskusi dengan sesamanya dan sesama penerbit.

Disamping diikuti oleh 30 perpustakaan sebagaimana yang disebukan di atas, maka pameran ini juga diikuti 60 penerbit. Melalui pameran ini penerbit-penerbit ingin memperkenalkan produknya—terutama terbitan terakhirnya—kepada masyarakat. Lebih jauh lagi melalui pameran ini penerbit-penerbit ingin mengadakan dialog dengan perpustakaan tentang bagaimana meningkatkan minat baca di masyarakat, yaitu terutama dengan memanfaatkan fungsi perpustakaan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, minat baca yang berkembang dan perpustakaan yang ramai dimanfaatkan masyarakat adalah sokoguru bagi perkembangan industri penerbitan buku yang sehat.

Secara bersama-sama Perpustakaan Nasional dan Ikapi juga berharap bahwa melalui pameran ini kelompok-kelompok dan komunitas-komunitas di masyarakat akan termotivasi untuk mendirikan perpustakaan dari berbagai jenis dan tingkatan secara swadaya. Kehausan membaca dan kebutuhan akan buku di masyarakt dan bangsa kitaa sedemikian besarnya, dan tidak akan bisa terpenuhi dalam waktu dekat hanya dengan mengandalkan peranan negara. Oleh karena itu kita membutuhkan banyak sekali perpustakaan di tingkat RT atau satuan kerja/komunitas yang terkecil di masyarakat, yang dikelola secara swadaya. Di Jepang dan Korea Selatan telah terbukti bahwa perpustakaan “rumahan” milik pribadi (terutama perpustakaan anak-anak dan remaja) yang dibuka kepada umum ternyata memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi pengembangan minat baca generasi muda.

Oleh karena pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pengenalan dan kecintaan terhadap perpustakaan, dan yang pada gilirannya adalah juga kecntaan terhadap buku dan minat baca, maka acara-acara pendukung selama penyelenggaraan pameran ini lebih banyak ditekankan pada aspek perpustakaan: Sarasehan Pustakawan dan Penerbit, Lokakarya Penerjemahan Buku Anak, Lomba Perpustakaan Sekolah, Seminar Mengelola Perpsutakaan Sekolah dan Umum, Seminar Pengembangan Perpsutakaan Digital, Workshop Speed Reading, Ngobrol Bareng Pustakawan, dsb.

Perpustakaan Nasional dan Ikapi yakin bahwa Library and Publisher Expo yang pertama ini akan menjadi sebuah pameran yang unik, dan yang bersama-sama dengan berbagai kegiatan pameran buku lainnya yang ada, akan semakin menambah kecintaan terhadap buku dan kegemaran membaca dimasyarakat.

About these ads

4 responses to “Indonesia Library and Publisher Expo (17-25 Oktober 2009)

  1. Minta info, bazar tanggal 24 – 25 Oktober masih ada, ‘gak? Thanks, Fitri.

  2. Saya sudah mengunjungi pameran tersebut (pada hari terakhir). Kelihatannya, kecuali group Gramedia (GM, KPG, Kompas Group, Elex Media, dll) tidak ada penerbit lainnya yang layak dikunjungi, yah? Sangat sektarian…

  3. Halo, salam kenal. Lagi “blogie walking”, neh sambil woro-woro Ada Lumpia 1000 Di Lawang Sewu

  4. Saya tertarik sekali dengan masalah budaya, apalagi generasi sekarang mulai tergerus dengan budaya pop. Oleh karena itu saya mencoba membahas dan melestarikan salah satu budaya pernikahan adat yang ada di Indonesia. Mohon masukan dan dukungannya. ‘Makasih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s