Entries categorized as ‘Kehidupan Diri Sendiri’
Oleh: Mula Harahap
Saya rasa, cinta pertama saya, atau rasa tertarik dan senang yang luar biasa terhadap perempuan, saya alami ketika saya berumur antara 4 atau 5 tahun. Usia ini saya ingat benar karena waktu itu adik saya yang nomor 2 (anak nomor 3 dalam keluarga) belum lahir.
Cinta pertama saya adalah kepada seorang ibu, tetangga sebelah rumah, ketika kami tinggal di sebuah rumah kontrakan di Lorong Roma, Kampung Sidorame, Medan.
Ibu itu memiliki 2 anak yang sebaya dengan saya dan adik saya. Suaminya seorang tukang kayu. Dan hal ini saya ingat benar, karena suatu hari, ketika anaknya bermain-main di rumah kami, anak itu memecahkan tombol (knob) laci mesin jahit Ibu, lalu oleh bapaknya tombol itu dilem sehingga utuh kembali dan tak meninggalkan bekas pernah pecah samasekali.
(more…)
Categories: Kehidupan Diri Sendiri
Tagged: cinta, cinta pertama, memoar, psikologi anak
Oleh: Mula Harahap
Tiga ratus sampai empat ratus anak lelaki dan perempuan berbaris di halaman sekolah yang ditaburi cangkang kelapa sawit. Kepala sekolah atau guru olahraga berdiri di depan–di atas sebuah bangku–memberi aba-aba seperti dirigen. Lalu anak lelaki yang kumisnya mulai tumbuh dan suaranya serak dan anak perempuan yang mulai mendapatkan haidnya yang pertama itu pun menyanyilah,dengan terpaksa.
“Immanuel, Immanuel nama sekolah kita. Immanuel, Immanuel Tuhan beserta kita. Rajin belajar sungguh bekerja. Tujuan kita paling utama….” Itulah lagu mars kami ketika masih di SLTP–empat puluh tahun yang lalu.
Tidak terasa waktu berlalu. Kini putera-puteri saya pun telah tamapt perguruan tinggi. Tapi berbagai peristiwa, guru dan teman-teman selama di SLTP dahulu, masih terbayang jelas di mata saya.
(more…)
Categories: Kehidupan Diri Sendiri
Tagged: kenangan masa kecil, kisah keluarga, memoar
Oleh: Mula Harahap
Bagi anak-anak, orang gila yang bergelandangan di sekitar sekolah tentu merupakan salah satu aspek yang paling sensasional dan menguasai kehidupannya. Orang-orang gila yang bergelandangan di sekitar sekolah selalu membuat hidup tercekam ketakutan dan hati berdebar-debar.
Ketika saya masih duduk di bangku SD, suasana kota Medan belumlah seramai sekarang. Orang-orang miskin dan orang-orang tidak waras, yang bergelandangan di jalan, masih bisa dihitung dengan jari dan dikenal oleh seantero kota.
Saya masih ingat, ketika saya masih di SD , ada seorang wanita kurang waras yang selalu melintas di Jalan Diponegoro. Ia selalu ditemani oleh seekor kera yang bertengger di tengkuknya, seekor kucing dalam kepitan tangan yang satu dan sebuah sapu lidi dalam kepitan tangan yang lain.
(more…)
Categories: Kehidupan Diri Sendiri
Tagged: kenangan masa kecil, kisah keluarga, memoar
Oleh: Mula Harahap
Saya memiliki beberapa teman semasa TK. Saya masih ingat beberapa dari teman tersebut karena pada umumnya kami bersama-sama melanjutkan ke SD, SMP dan SMA. Walau pun saya melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri I, tapi di sana saya memiliki banyak teman dari Immanuel.
Ketika kami tamat SMP, SMA Immanuel masih relatif baru dibuka dan hanya terdiri dari beberapa kelas. Ada perasaan “aneh” untuk bergabung di sebuah sekolah yang muridnya sedikit. Karena itu pergilah kami berbondong-bondong ke SMA Negeri I. Tentu saja suasana di sini sangat hiruk pikuk. Kelas satunya memiliki sepuluh kelas, kelas duanya delapan kelas dan kelas tiganya delapan kelas!
(more…)
Categories: Kehidupan Diri Sendiri
Tagged: kenangan masa kecil, kisah keluarga, memoar
Oleh: Mula Harahap
Saya masuk TK Immanuel tahun 1959. Ketika saya masuk, kelas sudah berjalan selama beberapa bulan. Saya ingat benar akan hal ini, karena teman-teman saya sudah bisa menghafal beberapa nyanyian dan sudah terampil menempel-nempel kertas.
Ketika itu, tahun 1959, seluruh Perguruan Immanuel masih berlokasi di kompleks gereja GPIB, di Jalan Diponegoro. Hanya ada satu SD, yang terdiri dari enam kelas dan enam lokal, serta satu TK. Ruangan TK berada di ujung utara dekat Jalan Cut Meutia. Setahun kemudian, ketika murid-murid kelas enam SD tamat, barulah Immanuel membuka SMP-nya. Dan TK terpaksa dipindahkan ke kompleks asrama Bala Keselamatan di Jalan H. Samanhudi.
(more…)
Categories: Kehidupan Diri Sendiri
Tagged: kenangan masa kecil, kisah keluarga, memoar