Category Archives: Penerbitan Buku

Editing Naskah Buku Umum Non-Fiksi

Oleh: Mula Harahap

Topik pelatihan yang diberikan kepada saya adalah “Editing Naskah Buku Umum Non-Fiksi”. Tapi di dalam kerangka acuan penyelenggaraan pelatihan ini tujuan yang diharapkan dari pelatihan dinyatakan: “Untuk meningkatkan kemampuan meracik naskah yang baik dan benar dari mulai ide/gagasan sampai siap cetak, termasuk menggagas buku sesuai target pembaca.”

Oleh karena itu saya ingin judul pelatihan ini dibaca sebagai: “Editing Buku Umum Non-Fiksi”. Saya pikir editing—terutama pada masa sekarang—memang tidak lagi bermula setelah naskah selesai ditulis oleh pengarang. Editing bahkan telah dimulai jauh sebelum gagasan tentang penulisan sebuah buku itu ada benak pengarang.
Continue reading

Kemelut dalam Indusri Penerbitan Buku Sekolah dan Bagaimana Penerbit Mengatasinya

Oleh: Mula Harahap (Notulis)

Pada hari Jumat 4 Juni 2010, bertempat di kantor IKAPI DKI Jakara telah berlangsung sebuah diskusi “round table” yang membicarakan permasalahan di seputar industri penerbitan buku sekolah.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Pengurus IKAPI DKI Jakarta, dan yang dihadiri oleh sejumlah pengamat industri penerbitan buku dan praktisi industri penerbitan buku sekolah ini, adalah diskusi pertama dari serangkaian diskusi untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh industri penerbitan buku Indonesia, serta mencari pikiran-pikiran bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.

Berikut ini adalah rangkuman dari diskusi tersebut. Mudah-mudahan dari rangkuman diskusi awal ini para penerbit anggota IKAPI bisa memahami persoalan secara lebih baik dan bisa memuncukan gagasan dan pikiran untuk perbaikan di masa mendatang.
Continue reading

Apa yang Akan Dilakukan Penerbit Setelah Buku Terbit

Oleh: Robert Weil

Hal apa saja yang bisa dilakukan oleh penerbit untuk mempromosikan bukunya?

Penerbit bisa memasang iklan. Penerbit bisa mengirim pengarang untuk sebuah tur promosi. Semua hal bisa dilakukan penerbit, tergantung dari jenis bukunya, pengarangnya dan target pembacanya. Tapi yang bisa saya katakan ialah bahwa pengarang janganlah terlalu berharap akan penerbit yang mau membelanjakan banyak uang dalam promosi. Dewasa ini biaya untuk tur pengarang ke 12 kota bisa menghabiskan biaya sampai 20.000 dolar. Dan di banyak perusahaan penerbit ini berarti bahwa tur pengarang hanya bisa diselenggarakan terhadap sedikit judul saja. Dewasa ini, di banyak perusahaan, yang mendapat anggaran promosi yang besar adalah buku yang memakan biaya besar dalam produksi. Dalam kasus buku fiksi, maka seberapa luas pembaca buku tersebut, juga bisa menjadi bahan pertimbangan.
Continue reading

Book Packager: Apa Yang Mereka Lakukan Untuk Pengarang dan Editor?

Oleh: Sandra J. Taylor

Ada berapa book packager di AS ?

Lebih dari seratus. Dan ini bisa dilihat di dalam buku Literary Market Place.

Dari seluruh judul buku yang terbit setiap tahun di AS, ada berapa yang dihasilkan oleh “packager”?

Pada tahun 1990 tercatat bahwa satu dari setiap enam buku yang terbit di AS dikerjakan secara paket (packaging) oleh book packager. Dan hal ini tampaknya sudah menjadi praktek yang semakin luas di industri penerbitan AS.

Menurut pendapat anda, apa yang menyebabkan praktek book packaging semakin meluas?

Kita sudah mengenal praktek book packaging sejak 20 tahun yang lalu. Dan tampaknya praktek ini akan semakin meluas. Praktek ini memampukan penerbit untuk menerbitkan lebih banyak judul buku setiap tahun. Praktek ini juga menyebabkan sebuah imprint atau penerbit baru bisa muncul dan berkembang dalam waktu yang relatif singkat.
Continue reading

Book Packager: Sudut Pandang Seorang Editor

Oleh: Sarah Dunn

Apakah book packager?

Book packager adalah seseorang yang menangani sebagian dari pekerjaan menerbitkan buku yang biasanya dilakukan di dalam perusahaan penerbitan, misalnya substantif editing, copy editing, desain, layout dan membuat indeks. Saya juga pernah berhubungan dengan packager yang datang menawarkan proposal. Lalu ia jugalah yang mengusahakan naskah itu sampai selesai ditulis, mengeditnya dan menyerahkannya dalam keadaan siap cetak. Dewasa ini book packager disebut juga juga book producer. Kadang-kadang mereka juga mempekerjakan orang lain lagi untuk mengedit, mendesain atau melayout naskah tersebut. Jadi, mereka tidak harus
mengerjakannya sendiri. Pokoknya, mereka menyerahkan package (paket) jadi.
Continue reading

Membangun Hubungan Editor-Pengarang

Oleh: Jackie Faber

Bagaimana cara membangun hubungan editor-pengarang?

Sama saja seperti membangun hubungan antara dua fihak di mana pun. Harus ada editor yang mendukung dan-pada saat yang bersamaan-juga tegas dalam menjaga pengarang agar tetap berada dalam jalur yang benar. Saya adalah editor yang telaten, tidak hanya dalam menangani naskah, tapi juga dalam menangani pengarang sebagai manusia. Saya mengenal dan menyenangi mereka. Sebaliknya mereka juga mengenal dan menyenangi saya. Begitulah cara kerja saya.

Bagaimana jika pola hubungan itu tidak terwujud?

Jika pola hubungan itu tidak terwujud, suatu naskah tetap saja bisa menjadi buku yang baik jika editornya memang baik. Tapi saya suka menganggap para pengarang saya sebagai sahabat. Jika hubungan terlalu impersonal ada saja kemungkinan pengarang tidak merasa bahagia dengan editornya, atau sebaliknya editor tidak merasa bahagia dengan pengarangnya.
Continue reading

Publisitas Dalam Penerbitan Buku Umum

Oleh: Esther Margolis

Para penanggung jawab publisitas di dalam perusahaan penerbitan tak ubahnya seperti ‘mak comblang’. Tapi alih-alih menghubungkan lelaki dan perempuan menjadi sepasang suami-isteri; mereka mencoba menghubungkan buku dengan kontak-kontak mereka di media massa. Keberhasilan dan kepuasan mereka adalah ketika mereka berhasil membangkitkan minat para reporter, penulis kolom gosip, penulis resensi buku, produser radio atau televisi, editor majalah dan fihak-fihak lain yang memiliki akses terhadap saluran komunikasi (yang berarti juga adalah akses terhadap publik).

Terlepas dari cara yang mereka lakukan dalam membangkitkan minat kontak kontak mereka di media massa tersebut–melalui obrolan ketika makan siang di restoran, makan malam dan minum koktail di sebuah jamuan, atau melalui obrolan telepon, surat-menyurat lewat pos, internet atau burung merpati–tapi tugas yang mereka emban dalam proses pemasaran
Continue reading