Mula Harahap

Entries categorized as ‘Penulis Tamu’

Majalah Tempo, Soeharto dan Yesus

February 6, 2008 · 11 Comments

Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
http://rumametmet.com

Terus terang Tempo adalah satu-satunya media nasional yang melegakan hati saya di hari-hari terakhir sakit mantan presiden Soeharto sampai kepada kematiannya dan pemakamannya. Ketika seluruh media televisi tiba-tiba secara memualkan mendaulad Soeharto sebagai seorang “santo”, “aulia” atau “pahlawan suci tak bercela” hanya majalah Tempolah yang tetap menjaga dirinya kritis dan jernih memandang bekas penguasa digdaya Indonesia selama 32 (tiga puluh dua) tahun. Jauh sebelumnya, Tempo jugalah satu-satunya majalah yang serius melakukan investigasi melacak kekayaan Soeharto dan keluarganya. Tanpa harus mencemooh dan memaki-maki memakai bahasa vulgar, Tempo tetap pada pendiriannya bahwa Soeharto yang setelah mundur dari presiden menjadi manusia tua renta itu adalah figur yang penuh kontroversi di saat berkuasa, yang cenderung menganggap dirinya sebagai raja dengan restu ilahi yang kata-katanya bak sabda tak tersanggah, dan melakukan banyak kekerasan sekehendak
(more…)

Categories: Penulis Tamu
Tagged: , ,

Keselamatan

December 25, 2007 · 2 Comments

Oleh: Langston Hughes

Saya diselamatkan dari dosa ketika usia saya menjelang tiga belas tahun. Tapi sebenarnya saya tidak selamat. Kejadiannya seperti yang akan saya tuturkan berikut ini:

Di gereja bibi saya Reed sedang berlangsung sebuah acara besar kebangunan rohani. Setiap malam, selama beberapa minggu, gereja penuh diisi oleh khotbah, nyanyian, doa dan pekikan. Sejumlah orang berdosa dibawa kepada Kristus dan anggota gereja langsung mengalami peningkatan yang luarbiasa.

Kemudian menjelang akhir dari rangkaian malam kebangunan rohani itu, mereka mengadakan acara khusus bagi anak-anak, yaitu “membawa domba-domba kecil ke kandang”.

(more…)

Categories: Penulis Tamu
Tagged: , ,

Kosarek

December 11, 2007 · 1 Comment

Oleh : Pdt. Daniel T.A. Harahap

Naik Capung di Langit Jayawijaya

Jam 10.30 WIT. Wamena. Pinggang dan bahuku terikat erat di bangku depan pesawat Cessna milik MAF (Mission Aviation Fellowship). Baling-baling pesawat itu sudah berputar kencang sekali. Mike meletakkan kopinya di atas kokpit, membetulkan letak kaca mata gelapnya, dan lantas tersenyum. Lelaki yang tadi membantu Mike mengisi avtur pesawat mengangkat jempolnya, kemudian berjalan mundur menjauhi pesawat. Aku menahan nafas. Pesawat capung itu pun bergerak pelan ke ujung landasan, berhenti sejenak mengumpulkan tenaga, lantas lari sekencang-kencangnya di landas pacu berangin. Tiba-tiba saja aku merasa tubuh dan jiwaku sudah melayang-layang di atas lembah Baliem, Jayawijaya.

(more…)

Categories: Penulis Tamu
Tagged: , ,

Teruskan

December 11, 2007 · No Comments

Oleh: Robert Fulghum

V.P. Menon adalah seorang tokoh terkemuka di India pada saat negara tersebut sedang berjuang merebut kemerdekannya dari Inggeris selepas Perang Dunia II. Ia adalah pegawai pribumi yang paling tinggi jabatannya dalam pemerintan kolonial, dan dia jugalah orang yang diandalkan oleh Lord Mounbatten untuk menyusun konsep terakhir pasal-pasal perjanjian kemerdekaan negara tersebut. Dibandingkan dengan para pemimpin gerakan kemerdekan India lainnya, Menon memang merupakan suatu kekecualian. Ia seorang otodidak. Ia tidak memiliki ijazah dari Oxford atau Cambridge yang bisa digantungnya di dinding kantornya.. Dan ia juga tidak memiliki kasta atau latar belakang keluarga yang bisa menyokong ambisinya.

(more…)

Categories: Penulis Tamu
Tagged: , ,

Ayah Maria

December 11, 2007 · 1 Comment

Oleh: Robert Fulghum

Saya sering berpikir-pikir tentang sosok kakek Yesus dari fihak ibu: Ayah Maria. Memang ia tak disebut-sebut di dalam Alkitab. Tapi ia tentu pernah eksis. Dan apa pun posisi teologi anda, perlu anda ingat, bahwa Alkitab penuh berisi kisah-kisah manusia yang sama seperti anda dan saya.

Bayangkan! Suatu malam ayah Maria pulang dari kerja dalam keadaan letih dan tiba di rumah. Isterinya dan puterinya sedang duduk di meja makan. Isterinya kelihatan murung. Udara di ruangan itu terasa berat. Maria sedang tertunduk di meja. Kepalanya tertumpu di atas kedua tangannya. Dia menangis.

(more…)

Categories: Penulis Tamu
Tagged: , ,