Entries categorized as ‘Politik’
Oleh: Mula Harahap
Sejak beberapa waktu yang lalu melalui media massa kita membaca tentang sikap Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang menolak memberikan seed virus H5N1 (flu burung) strain Indonesiake WHO. Menteri Kesehatan beralasan bahwa penyerahan ke WHO akan mengakibatkan seed virus “made in Indonesia” tersebut jatuh ke tangan industri farmasi di negara-negara maju (terutama AS), dan ini akan merangsang industri tersebut untuk menemukan obat penangkal yang akan dijual dengan semau-maunya ke Indonesia. Dalam bukunya yang baru-baru ini diterbitkan dalam edisi 2 bahasa (Indonesia dan Inggeris) secara panjang-lebar Meneri Kesehatan mengutarakan pikirannya di balik sikap tersebut. Bahkan di dalam buku itu ia mengutarakan kekhawatirannya kalau-kalau virus “made in Indonesia” itu dikembangkan menjadi senjata biologi di laboratorium militer AS.
Pendapat Menteri Kesehatan ini menimbulkan kontroversi. Berkembang desas-desus bahwa sikapnya tersebut menyebabkan Pemerintah AS tersinggung dan menekan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya edisi bahasa Ingeris buku tersebut memang ditarik dari peredaran. Tapi Menteri Kesehatan berdalih bahwa penarikan itu dilakukan karena edisi pertamanya mengalami banyak kesalahan cetak.
(more…)
Categories: Politik
Tagged: flu burung, menteri kesehatan, teori konspirasi, virus flu burung
Oleh: Mula Harahap
Kita sering lupa bahwa akibat berkuasa selama lebih dari 30 tahun itu, Suharto bukan lagi sekedar pribadi tapi dia sudah menjadi sebuah budaya atau sistem nilai. Sebuah budaya kepura-puraan, kepengecutan, keserakahan dan pengingkaran akal sehat serta hati nurani demi uang dan kekuasaan.
Bagaimana mungkin ratusan ribu bekas anggota PKI dibunuh, dianiaya atau ditahan tanpa proses peradilan, dan jutaaan anggota keluarganya selama 30 tahun harus menjadi anggota kasta “the untouchable” di masyarakat? Bagaimana mungkin selama enam kali pemilu hari pencoblosan tidak pernah dianggap sebagai hari libur, dan karenanya semua pegawai harus melakukan pencoblosan di kantor? Bagaimana mungkin satelit Palapa yang gagal diluncurkan dan terkatung-katung di ruang angkasa itu dipungut oleh Bimantara, diklaim menjadi miliknya lalu dijual kembali ke Indonesia? Bagaimana mungkin siaran televisi pendidikan yang dimodali oleh negara di kemudian hari menjadi perusahaan swasta, yang mula-mula bernama PT Televisi Pendidikan Indonesia, lalu menjadi hanya PT. TPI? Bagaimana mungkin hanya ada sebuah perusahaan manufaktur mobil yang diberi pinjaman luarbiasa besar dan pembebasan bea masuk sampai nol prosen lalu mengimpor mobil built-up dari Korea dan mengklaimnya sebagai mobil nasional?
(more…)
Categories: Politik
Tagged: orde baru, sistem nilai orde baru, suharto
Oleh: Mula Harahap
Pada masa saya masih bersekolah dan tinggal di Medan, di sekitar bandara Polonia banyak sekali orang Sikh (kami menyebutnya orang Benggali) yang memelihara sapi perah dan menjualnya langsung ke rumah- rumah secara berlangganan.
Susu itu ditaruh di sebuah wadah baja menyerupai termos yang besar dan digantung di kiri-kanan sepeda. Setiba di rumah yang dituju, orang Sikh yang brewokan dan kepalanya diikat sorban itu akan berteriak, “Susssuuu….!” Lalu keluarlah nyonya rumah atau
pembantunya dengan membawa rantang. Si Sikh akan mencedok susu itu dan memindahkannya ke rantang.
Rumah kami–di Kampung Baru–selalu menjadi pelintasan orang-orang Sikh dalam perjalanannya mengantar susu. Pagi-pagi buta saya selalu mendengar bunyi kerontang-kerontong dari sepeda mereka dan celotehan mereka satu-sama lain, “Wole-wolu-wole-wolu-wala-wali….”
(more…)
Categories: Politik
Tagged: pertanian, peternakan sapi perah, usaha skala ekonomi kecil
Oleh: Mula Harahap
Catatan:
Tulisan saya “Memaafkan Suharto: Usulan Untuk Presiden SBY”, yang juga saya posting di beberapa milis, mendapat tanggapan dari seseorang. Dengan maksud lebih memperjelas apa yang ingin saya kemukakan di dalam tulisan tersebut, rasanya baik juga kalau tanggapan tersebut (dan tanggapan saya atas tanggapan tersebut) saya sajikan di blog ini. Harus saya akui, tanggapan tersebut tadinya disajikan dalam bentuk tulisan yang utuh. Tapi demi alasan memudahkan pembaca, tanggapan tersebut (dan tanggapan saya atas tanggapan tersebut) saya sajikan dalam bentuk tanya jawab. Saya tidak menambah atau mengurangi sepotong kata pun atas tulisan si penanggap.
Bung Mula, tulisan anda pun dapat disimpulkan pada satu titik dan kalau dicermati muaranya sama dengan pernyataan orang yang anda anggap lucu yaitu pernyataan Amien Rais yaitu pemberian maaf.
Saya tidak mengusulkan pemberian “maaf”. Yang saya usulkan adalah, Presiden SBY perlu melakukan sesuatu untuk mempersatukan bangsa yang sedang terpecah dalam menyikapi peranan 32 tahun kepemimpinan Suharto. Dan tujuannya adalah demi kepentingan bangsa ini; bukan demi kepentingan Suharto.
(more…)
Categories: Politik
Tagged: konstitusi, proses hukum suharto, suharto, suharto sakit
Oleh: Mula Harahap
Catatan:
Tulisan saya “Amien Rais Yang Lucu”, yang saya posting di beberapa milis, mendapat tanggapan dari seseorang. Untuk lebih memperjelas apa yang ingin saya kemukakan di dalam tulisan tersebut, rasanya baik juga kalau tanggapan tersebut (dan tanggapan saya atas tanggapan tersebut) saya sajikan di blog ini. Harus saya akui, tanggapan tersebut tadinya disajikan dalam bentuk tulisan yang utuh. Tapi demi alasan memudahkan pembaca, tanggapan tersebut (dan tanggapan saya atas tanggapan tersebut) saya sajikan dalam bentuk tanya jawab. Saya tidak menambah atau mengurangi sepotong kata pun atas tulisan si penanggap.
Saya juga menyaksikan acara tersebut dan sepertinya anda sengaja (atau mungkin lupa) bahwa dalam acara tersebut Amien Rais juga meminta pendapat dari Yusril Ihza Mahendra, ketika pembawa acara menanyakan cara yang ditempuh. Dalam kesempatan itu, Amien Rais mengatakan, “Wah kalau hal itu (tentang masalah hukum/ tata caranya) bisa kita tanyakan kepada yang ahlinya” sambil menunjuk ke arah Yusril. Dari sini saya rasa Amien Rais tahu betul koq kemana arah yang dituju.
(more…)
Categories: Politik
Tagged: amien rais, konstitusi, proses hukum suharto, suharto, suharto sakit