Haleluya dan Halilintar

Diceritakan Kembali Oleh: Mula Harahap

Seorang pendeta sedang melakukan perjalanan dengan bus. Karena bus telah nyaris penuh, Pak Pendeta mendapat tempat di bangku belakang, di dekat pintu masuk. Dalam posisi duduknya tersebut Pak Pendeta bisa memperhatikan setiap penumpang yang naik.

Di sebuah halte, bus berhenti. Naiklah seorang uztad. Seraya sedikit mengangkat bagian bawah jubahnya dan menapakkan salah satu kakinya ke tangga bus Pak Uztad berkata, “Bismillah…”

“Ehem!” Pak Pendeta menyeletuk. “Ini mah bis kota, bukan bismillah….”

Dengan hati mendongkol Pak Uztad masuk ke dalam bus. Tapi sepanjang perjalanan ia berpikir-pikir mencari cara untuk membalas Pak Pendeta.

Begitulah, ketika bus memasuki sebuah daerah, turunlah hujan lebat disertai petir sambar-menyambar.

“Glegar!” tiba-tiba terdengar bunyi petir yang sangat keras. Semua penumpang bus terkejut.

Dalam keterkejutannya Pak Pendeta berseru, “Haleluya!”

“Ehem!” Pak Uztad menyeletuk. “Ini mah halilintar, bukan haleluya…”[.]

2 responses to “Haleluya dan Halilintar

  1. nOLa 'n tHia

    Lucu……Lucu……Selamat ya Pak n selalu giat membuat cerita yang unik-unik, ya? Thanks

  2. lucu tapi pendeta isenga aja ya memulai duluan,tapi ceritanya fress banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s