Keterlambatan Sebulan dan PLN

Diceritakan Kembali Oleh: Mula Harahap

Setelah dua tahun menikah dan berharap, akhirnya suatu pagi seorang lelaki muda mendengar berita gembira dari isterinya. “Mas,” kata sang isteri dengan mata berbinar binar, “saya sudah terlambat sebulan…”

“Aduh, syukurlah,” sahut lelaki itu sambil memeluk isterinya. “Tapi karena kita sudah beberapa kali mengalami kegagalan, biarlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. Janganlah kita ceritakan dahulu kepada orang lain. Nanti, setelah ada kepastian dari dokter barulah kita menceritakannya kemana-mana…” Selesai berkata-kata lelaki itu pun pergilah ke kantor.

Menjelang jam 10 pagi, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu pagar. Perempuan muda itu keluar. Di hadapannya berdiri seorang lelaki memakai seragam PLN.

“Ada apa, Pak?” tanya perempuan itu.

“Ibu sudah terlambat sebulan,” kata petugas PLN dengan tegasnya.

Mendengar jawaban tersebut bukan main terkejutnya perempuan itu. “Lalu…lalu…saya harus berbuat apa?” tanyanya.

“Ibu harus segera bayar,” kata petugas PLN.

Perempuan itu menjadi bertambah gugup dan panik.

“Be…be…beginilah, Pak. Bi…bi…biar saya diskusikan dulu masalah ini dengan suami saya…”
katanya dengan terbata-bata.

“Terserah. Pokoknya besok Ibu sudah harus melunasi pembayaran!”

Malamnya, sepulang suaminya dari kantor, perempuan itu menceritakan apa yang dialaminya tadi pagi.

“Kurang ajar benar PLN itu!” kata lelaki tersebut dengan marahnya. “Apa urusannya dengan kehidupan rumah tangga kita?!”

“Saya pun bingung, Mas. Sungguh mati, soal keterlambatan ini hanya saya ceritakan kepada Mas saja,” sahut perempuan itu.

“Ya, sudahlah. Tenanglah kau. Besok saya akan pergi menghadap ke kantor PLN. Akan kudamprat mereka!” kata lelaki itu. Dan mereka pun tidurlah.

Pagi-pagi benar lelaki itu sudah datang ke kantor PLN dan bertemu dengan manajer yang bertanggung-jawab.

“Dari mana Bapak tahu kalau kami sudah terlambat sebulan, hah?!” sergahnya.

“Lha, kami ‘kan mempunyai alat pencatat, Pak,” sahut manajer itu dengan tenangnya.

Mengetahui bahwa PLN ternyata memiliki alat pencatat urusan rumah-tangganya membuat lelaki itu menjadi bingung dan ketakutan. Ia tak bisa membayangkan bagaimana urusan tempat tidurnya diketahui oleh orang ain.

Begitulah, dalam ketakutan dan kebingungannya ia bertanya, “Lalu, saya harus berbuat apa, Pak?”

Manajer itu tersenyum dan berkata, “Gampang saja. Bapak bayar keterlambatan itu, dan semua akan beres…”

Lelaki yang telah bingung dan takut itu kini menjadi marah. “Kurang ajar,” katanya dalam hati. “Kini mereka mau memeras saya. Saya tak akan mau diperas.”

“Kalau saya tidak mau membayar, PLN mau berbuat apa?” tanya lelaki itu menantang dengan suara keras.

“Kalau Bapak tidak mau membayar, yah apa boleh buat, punya Bapak terpaksa kami putus,” sahut manajer itu.

“Diputus?’

“Ya. Itu peraturan!” kata manajer itu dengan tegas.

Lelaki itu menjadi semakin ketakutan dan membayangkan berbagai hal yang bukan-bukan.

“Ka…ka…kalau punya saya diputus, lalu bagaimana dengan isteri saya, Pak?” lelaki itu balik bertanya dengan nada menghiba.

“Ya, gampang saja. Suruh dia pakai lilin…”[.]

8 responses to “Keterlambatan Sebulan dan PLN

  1. Huahahahahhahaa! Lucu nih, Oom! Ada lagi nggak, yang lucu-lucu seperti ini?🙂

  2. Hahahahahahaha! Wah, lucu-lucu banget, Pak. Makasih, yah, jadi bisa ketawa-ketawa neh walaupun lagi bete…..

  3. Ha…ha..ha..ha sakit perut aku bacanya, Pak Harahap. Humornya bikin mata yang tadinya ngantuk jadi segar lagi.

  4. Hahahahahaha….walaupun sudah pernah baca…baca lagi…tetap aja lucu…bisa hilang saki kepala nich, Bang…

  5. Wuah lucu banget. Oya jangan lupa kunjungi blogspot saya juga di http://www.doro2020.blogspot.com

  6. Lilinnya untuk apa ya ?Hehehehe!

  7. 🙂 Segar, tidak jorok, justru menggelitik, Pak Mula…

  8. Asli ngakak gw🙂 Gw pikir artikelnya kek punya gw http://idoitforu.com/content/view/61/144

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s