Oh, Pendidikan Seks

Diceritakan Kembali Oleh: Mula Harahap

Peristiwa berikut ini adalah kisah nyata yang saya alami dengan anak lelaki saya, ketika ia masih duduk di bangku kelas empat SD, limabelas belas tahun yang lalu.

Sebagai seorang bapak muda, ketika itu saya sangat bersemangat untuk menerapkan berbagai teori pendidikan “modern” yang saya baca di buku-buku kepada kedua anak saya. Terutama, saya sangat ingin menerapkan pendidikan seks secara benar kepada mereka.

Begitulah, pada suatu malam minggu, hanya ada saya dan anak lelaki saya di rumah. Isteri dan anak perempuan saya sedang pergi ke sebuah tempat.

Anak lelaki saya sedang asyik menonton sebuah acara di televisi. Kata saya dalam hati, “Inilah kesempatan untuk mengajarkan sesuatu kepadanya.” Lalu saya menyeret sebuah kursi kosong dan duduk di sebelahnya.

“Bang,” kata saya kepadanya. Saya selalu memanggilnya dengan sebutan “abang”.

“Ada apa?” katanya ketus sambil terus berselonjor dan matanya tak lepas dari acara yang ada di televisi.

“Mari kita ngomong-ngomong sedikit,” kata saya.

“Hmmh,” jawabnya singkat. Tampaknya ia tak terlalu memperdulikan saya. Tapi saya tak mau kalah dan bertekad untuk maju terus.

“Abang tahu nggak, sih, dari mana anak bayi keluar?” tanya saya lagi dengan lembut.

“Oh, itu?!” katanya sambil terus berselonjor dan matanya tak lepas dari acara yang ada di televisi.

“Tahu juga sih…” katanya lagi acuh tak acuh dan setelah saya menunggu agak lama. “Ada dua tempat. Tapi kayaknya gue curiga sama tempat yang satu itu…”

“Tempat yang mana?” tanya saya bersemangat.

Tapi anak saya masih terus saja terpukau dengan acara yang sedang ditontonnya. Karena itu kembali saya harus menunggu jawaban agak lama. “Yang itu tuh…?” katanya pada akhirnya.

“Yang mana?” kembali saya harus menunggu agak lama.

“Yang dipakai untuk pipis…”

Aha, saya pikir inilah “entry point” untuk memulai ceramah saya tentang pendidikan seks. Karena itu saya mulai menarik nafas, mengatur kata-kata dan beringsut lebih dekat ke sisinya.

“Ehem! Begini, Bang…,” kata saya memulai. Tapi rupanya acara yang sedang ditontonnya itu semakin menarik dan dia terganggu dengan kehadiran saya.

Tiba-tiba anak saya mengambil jarak, berpaling kepada saya dan dengan ketus berkata, “Bapak ini apa-apaan, sih? Koq dari tadi gue perhatiin otaknya ngeres terus. Kita ngomongin yang lain, ‘napa?!”

Saya terkejut dan tiba-tiba merasa jadi sangat malu. Maksud hati saya hendak memberikan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Tapi di matanya saya jadi terlihat sebagai seorang pria iseng, yang karena tidak punya pekerjaan dan ditinggal isteri di malam minggu, jadi mengajak seorang bocah kecil untuk ngomong-ngomong tentang hal yang miring-miring.

Oh, cilaka duabelas! Teori modern itu ternyata tak terlalu mudah untuk dipraktekkan. Dengan tersipu-sipu malu saya tinggalkan anak saya, dan saya kembali masuk ke kamar[.]

6 responses to “Oh, Pendidikan Seks

  1. Wah..wah..mungkin Timing-nya kurang tepat Amang.

  2. Yach, Ompung, timingnya kurang tepattttt….

  3. Anak saya, Christabelle (3 tahun lebih), sudah mulai bertanya Dedek Bayi lahir dari mana? Kenapa Papi pipisnya berdiri, Mami duduk, dll ? Padahal saya sudah membekali diri dengan buku-buku pengenalan seks dini. Ternyata lebih sulit dari situ. Belle tidak berhenti pada satu kali penjelasan. Dia sering juga menggunakan kata “kenapa begitu”. Nah, lowh…Pusing, ‘kan?

  4. Hahahha! Anak sekarang ini udah lebih moderen, Pak! Salam kenal, Pak. Tetap semangat.

  5. Saya juga mengajarkan adik saya. Saya jelaskan pake gambar. Dia malah ketawa-ketawa. Awalnya memang musti dia yang tanya terlebih dahulu. Salam kenal, Pak

  6. Hahahaha…pasti awkward begitu tuh Si Agan, Oom! Baru sempet liat-liat blog-nya Oom, nih. Keren, Oom. Kocaknya Agan ternyata nurun dari Bapaknya nih🙂 Sukses terus ya, Oom!

    PS: Btw Oom, makasih ya stand jualannya? Kita dapat lumayan tuh.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s