10 Agustus–Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Oleh: Mula Harahap

Tanggal 10 Agustus 1995 adalah hari ketika prototipe pesawat N 250 buatan PT IPTN untuk pertama kalinya diterbangkan dalam sebuah upacara yang gegap-gempita, dan yang dihadiri oleh Presiden Suharto.

Dengan penuh kebanggaan dan optimisme, B.J. Habibie, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi serta Direktur Utama PT. IPTN, berkata, ini adalah prototipe pesawat yang sepenuhnya dikembangkan oleh putra-putri Indonesia. (Walau pun pada waktu itu terdengar desas-desus bahwa ada sejumlah teknisi asing yang
bekeja di PT IPTN dan terlibat dalam pengembangan pesawat tersebut).

B.J.Habibie berkata lebih jauh, karena itu peristiwa penerbangan perdana prototipe N 250 ini bolehlah dikatakan sebagai “Kebangkitan Nasional Yang Kedua”, setelah “Kebangkitan Nasional Yang Pertama pada 20 Mei 1908”. Semua orang bertepuk tangan dan mengaminkan apa yang dikatakan oleh B.J. Habibie. (Pada waktu itu sebenarnya juga sudah ada orang yang kritis dan mengatakan bahwa proyek ini tidak feasible dan ekonomis. Dan bukan ini arah teknologi yang harus ditempuh oleh Indonesia).

Presiden Suharto pun manggut-manggut dengan pernyataan B.J. Habibie. Lalu dengan mata berbinar-binar ia menamakan prototipe N 250 tersebut sebagai “Tetuko”. (nama bayi dalam cerita wayang, yang menjadi besar dan kuat setelah digojlok dalam kawah Candradimuka dan kemudian berubah menjadi Gatokaca, tapi yang secara sinis diplesetkan orang menjadi “sing tuku ora teko-teko, sing teko ora tuku-tuku”), dan
meresmikan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

Tapi sejak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang pertama, yaitu 10 Agustus 1995, kita semua tentu tahu apa yang kemudian terjadi dengan prototipe N 250, dan apa pula yang terjadi dengan PT. IPTN.

Kemudian kita semua juga tentu tahu apa yang terjadi dengan mobil Timor, yang didengung-dengungkan sebagai mobil yang didesain oleh putra-putri Indonesia dan diproyeksikan akan menjadi tonggak kebangkitan teknologi industri mobil nasional. (Ternyata mobil tersebut buatan orang-orang Korea dan yang 100% diimport dari KIA
Motors). Akhirnya, kita semua juga tentu tahu apa yang terjadi dengan ambisi PT Texmaco dengan “heavy industry”-nya. (Akh, masih banyak lagi cerita-cerita yang lucu sekaligus menyedihkan tentang Kebangkitan Teknologi Nasional).

Begitulah, duabelas tahun sudah kita merayakan Kebangkitan Teknologi Nasional. Tapi alih-alih mengalami kebangkitan, teknologi kita justeru semakin terpuruk saja dan babak-belur dihajar oleh teknologi “murah-meriah” yang diimport dari Cina, Korea dan negara-negara industri baru lainnya.

Teknologi nasional tidak bisa dibangkitkan hanya lewat rangkaian seremoni atas slogan yang acapkali penuh dengan kebohongan dan kepentingan yang tak tidak ada kaitannya dengan teknologi. Teknologi nasional hanya bisa dibangkitan lewat perencanaan yang baik (setelah melalui diskusi yang mendalam), lewat kejujuran, lewat kemauan yang
sepi dari pamrih-pa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s