Profesi dan Panggilan

Oleh: Mula Harahap

Bila dilihat dari akar katanya “profesi” itu adalah pengakuan kepada publik. Pengakuan seseorang kepada publik tentang keahlian dan kompetensi yang dimilikinya terhadap aspek kehidupan tertentu. (Dan sebaliknya tentu, pengakuan publik terhadap keahlian
dan kompetensi yang dimiliki seseorang itu).

Dalam kehidupan modern ini sewajarnyalah kalau seseorang harus bisa hidup dari keahlian dan kompetensi yang dimilikinya. Sebab hanya dengan demikianlah ia semakin bisa mengembangkan keahlian dan kompetensinya, dan memajukan peradaban.

Profesi (pendeta, arsitek, penulis, dokter, pengacara, guru dsb) bukan sekedar “cari makan” atau “numpang hidup”. Kalau seseorang memiliki suatu keahlian atau kompetensi tertentu, tapi demi untuk “cari makan” atau “numpang hidup” ia terpaksa harus melakukan pekerjaan lain, maka pekerjaan itu tidak bisa disebut sebagai profesinya, dan dia bukan seorang profesional.

Seseorang menekuni suatu keahlian atau kompetensi tentu saja disebabkan oleh “panggilan” (panggilan jiwa, panggilan hati, panggilan masyarakat dan panggilan Tuhan). Dan pada hakekatnya agar bisa bertahan dan berkembang dalam profesinya maka
seseorang haruslah memiliki sebuah motivasi yang jauh lebih besar daripada sekedar “cari makan”, “numpang hidup” dan–apalagi–menumpuk uang.

Bagi orang Kristen–disamping sebagai panggilan jiwa–profesi tentu saja harus juga diyakini sebagai panggilan untuk melayani Tuhan.

Menurut hemat saya profesi jangan dibenturkan dengan panggilan. Kedua-duanya justeru harus sejalan. Dan alih-alih membenturkan profesi dengan panggilan, mari kita menaruh keprihatinan terhadap betapa banyaknya orang di negeri ini yang tidak bisa sekedar hidup dari profesinya (apalagi mengembangkan diri). Betapa banyaknya orang, yang demi sekedar hidup, terpaksa harus melakukan pekerjaan lain yang tidak sesuai dengan panggilan jiwanya (apalagi panggilan Tuhan).

Betapa banyaknya orang, yang tadinya bersemangat untuk melakukan sesuatu pekerjaan demi memenuhi panggilan jiwanya dan panggilan Tuhan, tapi karena tak bisa sekedar hidup atau karena godaan nilai-nilai yang sedang berlaku di masyarakatnya, terpaksa harus mencuri atau melacur [.]

2 responses to “Profesi dan Panggilan

  1. Terima kasih, Pak, artikelnya. Saya diberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s