Kreativitas Humor dan Daya Kenyal Orang Indonesia

Oleh: Mula Harahap

Humor adalah “katup pengaman” bagi tekanan psikologi yang sedang dialami oleh suatu masyarakat. Karena itulah, pada masyarakat yanghidup di bawah pemerintahan rezim totaliter, humor berkembang dengan subur. Kalau masyarakat itu tidak ditolong oleh humor, maka mereka sudah lama meledak atau gila.

Humor juga adalah “perekat” masyarakat. Dengan saling menertawakan secara spontan, kita sekaligus memperhalus atau membuang tonjolan yang tajam-tajam dalam perbedaan yang terjadi di antara kita, sehingga kita bisa lebih saling mendekat.

Banyak pengamat sosial yang terkagum-kagum melihat “kekenyalan” orang Indonesia. Walau pun kita sudah dihantam oleh berbagai krisis dan bencana, kita tokh tetap saja utuh, waras dan optimis. Prof. Dr.Emil Salim pernah mengatakan, “Dengan krisis seperti yang terjadi di Indonesia ini, Uni Soviet langsung bubar sebagai bangsa dan negara. Tapi kita sungguh luarbiasa. Kita masih tetap utuh…”.

Saya rasa, salah satu penyebab dari hal-hal yang saya sebutkan di atas, adalah humor. Kita beruntung karena di masyarakat kita ada saja orang-orang kreatif yang secara spontan menciptakan humor, menertawakan keadaan, dan membuat kita sedikit rileks dalam mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang terjadi.

Ketika kita merasa muak–tapi tak berdaya–menghadapi keserakahan rezim Suharto, dan krisis ekonomi datang menerpa, maka bermunculanlah berbagai humor untuk mengobati sakit hati:

Larangan Merger Terhadap Beberapa Bank

Ketika Indonesia dilanda krisis moneter, maka IMF menyarankan agar bank-bank yang banyak itu saling merger saja. Suharto pun menyetujui saran tersebut.

Hanya, ia meminta ada 4 bank yang tidak boleh merger,yaitu Bank PaPAN, Bank TATa, Bank BUkopin dan Bank Has-TIN.

Kasihken, Tut!

Di puncak krisis moneter di awal tahun 1998, Suharto dan Tutut bermobil bersama-sama. Kebetulan mobil mereka terhenti di lampu merah. Seorang pengemis mendekati mobil dan menadahkan tangannya.

Suharto yang jatuh iba, berkata kepada puterinya,”Kasih ken, Tut!”

Dengan serta-merta Tutut memberikan selembar uang seratus ribuan baru yang bergambar bapaknya itu. Kemudian mobil kembali melaju.

Si Pengemis yang terheran-heran dengan sedekah yang begitu besar hanya bisa berteriak, “Busyet, deh. Kentutnya saja segini besar. Gimana beraknya…. ya?!”

Tak Punya Kwalifikasi Untuk Berganti Pekerjaan

Sebenarnya di tahun 1992, Suharto sudah bosan menjadi Presiden dan ingin berganti pekerjaan. Karena itu padasuatu malam ia mendiskusikan keinginannya itu denganIbu Tien.

Lalu Ibu Tien memberi nasehat: “Apa? Mau ganti pekerjaan? Coba Bapak pikir baik-baik. Bapak tidak bisa komputer. Bapak tidak bisa bahasa Inggeris. Lalu Bapak mau kerja apa? Sudahlah, Pak, teruskan saja pekerjaan yang lama…..”

I’m Late Three

Lee Kwan Yew, Mahathir Muhammad dan Suharto berjalan memasuki ruangan untuk bertemu dengan Presiden Gerald Ford. Mereka sama-sama terlambat dari jadwal pertemuan yang telah disepakati.

“Sorry, I’m late,” kata Lee Kwan Yew kepada Gerald Ford.

“Sorry, I’m late too,” kata Mahathir yang berada di belakang Lee Kwan Yew.

“Sorry, I’m late three,” kata Suharto yang berada di belakang Mahathir.

Kita boleh menangis dan tegang karena Teror Bom Bali. Tapi dalam waktu sekejap saja sudah bermunculan humor di seputar peristiwa tersebut:

Ketika dengan cengengesan Amrozi mengatakan “I’m sorry..” maka ucapannya itu menjadi headline di koran-koran Australia dan
membuat masyarakat di sana marah. Lalu dengan enteng kita berkata, “Jangan marah dulu, Bung. Dia tak tahu berbahasa Inggeris.
Maksud dia sih mau memperkenalkan dirinya “Am rozi…”:

Ketika pemerintah SBY-JK menaikkan harga BBM sehingga membuat hidup di negeri ini serasa di neraka, maka dengan tertawa kita
berkata: “Susah Bensin Ya Jalan Kaki….”

Saya rasa humor-humor tentang perbedaan agama dan etnis juga adalahsalah satu faktor yang punya andil besar dalam menjaga persatuan dan membuat kita tetap merasa saudara satu sama lain.

Saya selalu senang dengan humor orang Sunda yang kebingungan untuk memberi nama anak keempatnya. Orang Sunda ini sudah punya anak yang bernama Didi Rustandi, Titi Sunarti, Nana Rosana. Lalu ketika secara tak sengaja ia minum es di depan RS Hassan Sadikin, datanglah inspirasi yang brilian di kepalanya. Ia menamai anak keempatnya dengan Ice Juice.

Kalau saya bertemu dengan kawan saya orang Aceh maka kami selalu saling melempar humor, berbagi rokok, dan barulah membicarakan “bisnis”. Saya senang dengan cerita orang Aceh yang naik mobil “Ta Kali Satu” atau “Ta X 1” alias “taksi”

Begitu juga, kalau saya dulu bertemu dengan kawan saya Sahar L. Hassan, orang Flores yang sekarang menjadi Sekjen Partai Bulan Bintang itu, maka kami selalu bertukar humor tentang Pak Uztad, Pak Pendeta, Orang Flores dan Orang Batak. (Oh, ya, Madura juga adalah sebuah etnis yang paling banyak dijadikan bahan humor).

Begitulah, kalau saya mendengar atau menerima kiriman SMS humor dari seseorang, saya selalu bangga dan terkagum-kagum dengan kreativitas orang Indonesia.

Baru-baru ini saya menerima kiriman SMS tentang “Pancasila dalam Berbagai Bahasa Etnis”. SMS itu sangat kreatif karena berhasil menggambarkan karakter dari masing-masing etnis.

Ambon:

1. Torang samua tau cuma ada Tuang Allah, yaitu Tete Manis.
2. Orang Ambon sama harus tau adat.
3. Acang deng Obet harus bisa bakubae.
4. Paitua deng maitua harus bae-bae di rumah rakyat
5. Samua harus bisa jaga diri karna Ambon lapar makan orang.

Manado:

1. Cuma boleh ba satu Tuhan.
2. Selalu adil kong ja pake ontak.
3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia.
4. Tu rakyat musti selalu bakumpul kong bicara bae-bae supaya selalu ada kaputusan gagah yang semua trima deng sanang hati.
5. Voor seluruh rakyat Indonesia, nyanda ada tu ja baku kase beda-beda perlakuan.

Minang:

1. Bintang basagi limo.
2. Rantai pangikek kudo.
3. Pohon baringin gadang tampek kito bacinto.
4. Kapalo banteng angek garang.
5. Padi jo kapeh tampek kito mancari sasuok nasi.

Batak:

1. Unang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata.
2. Maradat tu sude jolma.
3.Punguan ni halak Indonesia.
4. Marbadai… marbadai, dungi mardame.
5. Godang pe habis, saotik pe sukkup.

Jawa

1. Gusti Alllah ora ono koncone
2., Dadi wong kudu sing adil lan ojo kejem-kejem
3, Indonesia bersatu kabeh
4. Karo tonggo-tonggo nek ono masalah diomongno bareng-bareng opo o
5. Mangan ra mangan sing penting kumpul

Jawa Kromo

1. Gusti ingkang Maha satunggal
2. Tiang ingkang Adil lan beradab
3. Persetunggalan Indonesia
4. Kerakyatan ingkang dipimpin kaliyan hikmat lan kewicaksonoan dateng permusyawaratan kang diwakilkan.
5. Adil kang sosial kangge sakabehe tiang Indonesia

Sunda

1.Gusti Allah eta sorangan sareng ageng pisan
2.Ka sorangan teh sikapna kudu sami, ulah ngabeda-beda keun..
3. Indonesia kuduna mah jadi hiji
4. Ra’yat Indonesia sae na pang mutuskeun sagala teh disepakatkeun kedah bager lan bijaksana
l5.Ceunah teh sikap sosialna kudu adil hiji sareng batur.

Palembang

1.Tuhan ne sute tu’la
2.Jelme harus khapat same rate
3. Jelme Indonesiane bersatu padu
4. Jeleme Indonesiane diketuci ngai hikmah dimane ngedapatkan jawaban dadi gegale masalah
5. Kesameratean hidup ne jelmekangok Indonesia…

Kalau Pancasila boleh diterjemahhkan dalam bahasa dan kultur etnis yang beragam itu, maka inilah lagu wajib upacara ‘Dari Barat Sampai Ke Timur’ versi Madura:

Dari bara’ sampe’ ka temor
Trek jentrek nuso-nuso
Bung sambungan menjade setong
Panekah indonasua

Indonesya lempung sengko’
Sengko janji bare’ ba’na
Ngangkut-ngangkut lempung sengko’
Lempung-e indonasua

Sepatutnyalah kita bangga dengan keaneka-ragaman kita, dan menghargai daya kenyal serta kreativitas kita. Itulah modal kita untuk tetap waras dalam menjalani kehidupan yang musykil ini. [.]

9 responses to “Kreativitas Humor dan Daya Kenyal Orang Indonesia

  1. Hehehe…! Lumayan buat ngilangin suntuk pagi-pagi. Makasih buat humornya, Amang. Kalo masih kekurangan jokes…, himbauan-himbauan maaf-memaafkan dari kroni2-kroni Soeharto juga bisa dijadikan bahan tertawaan. Salam!

  2. Saya kira joke adalah semata-mata joke, belum terlihat kaitannya dengan kekenyalan (daya tahan?) orang indonesia memikul beban berat atau kondisi susah.

    Saya kira dalam dunia akademis bidang sosial politik di Harvard University memang terheran2 melihat kok Indonesia belum hancur-hancur juga ataupun terjadi revolusi. Padahal semua syarat2 sosial-politik untuk itu sudah sangat-sangat dipenuhi…. kenapa bisa begitu ya???

    Ada yang bilang, katanya memang kemampuan dan daya tahan menerima derita rakyat Indonesia sangat luar biasa, terutama dalam diri suku Jawa sebagai penduduk yang berjumlah sangat mayoritas ini. Ngga marah2, .. yang ada cuma amok dan rusuh !! Dan dalam hal ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan joke….

    Joke yang abang maksud barangkali, sebenarnya yang beredar terbatas di kalangan menengah masyarakat urban/kota… kalau itu saya setuju,.. tapi tidak bisa dijadikan menggambarkan rakyat kita dong.

    Rakyat kita sekarang mah… tersenyum dikit aja udah susah…
    Setuju ??

  3. Horas, Laeku… Aku baru lihat blog Lae ini… Mesem-mesem aku baca di kantor… Hehehe… Lae masih tetap seperti dulu… Udah lama kita ‘gak ketemu, ya, Lae… Lae bingung dulu nih… Aku juga jadi ikut-ikutan nge-blog dengan blog ecek-eceklah…tappang.wordpress.com… Masihol juga pengen kongkow-kongkow lage, Lae… Kalo sempat mampir dikitlah ke blogku, ya, Lae…Salam – Shaut LS Hutabarat.

    Heee, Shaut! Kemana saja kau, Lae, sejak 1990 yang lalu? (Setelah ini aku akan langsung meng-emailmu)–MH

  4. Singal Sihombing

    Horas, Bang Mula! Abang mungkin belum kenal aku, pengunjung tetap blogmu. Akhirnya kubuat juga blogku. Mampirlah, Bang, meski tanpa kopi dan rokok. He-he-he-he. Blogku namanya (permisi, Bang): http://www.singal.wordpress.com

  5. Singal Sihombing

    Mungkin, jumlah humor di negeri kita sudah lebih banyak dari jumlah humor dari Rusia, artinya, kita lebih banyak tertekan, dibandingkan dengan Rusia sebelum Glasnot dan Prestroika. He he he.

    Tambahan Pancasila dari……

    Paancasilaaa! Satu.Tetap….Dua. Tetap….Tiga. Tetap….Empat. Tetap….Lima. Tetap

    Ketika selesai upacara, pemimpin, boss kantor, entah apalah namanya, memanggil pembaca Pancasila yang bersangkutan. “Kamu baca Pancasila main main, haah?!”

    Jawabnya dengan singkat, “Apa sudah berubah, Pak?!”

    He-he-he………

  6. Saat saya sedang suntuk, berkunjung ke blog ini selalu bisa membuat saya tersenyum🙂

  7. Cocok untuk saya yang hobi senyam-senyum walau sendiri, saat melihat orang-orang sibuk dengan dunia fana ini…

  8. Mauliate godang, Lae. Ketawa buang stress. Ketawa sampai mekik-mekik

  9. Wow…asyik-asyik juga ya humornya, kalau pake bahasa daerah. He…he..! Bisa nambah wawasan bahasa, Bro! TQ ya, room-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s