Mini Set Untuk Ompung Lelaki yang Kurus

Oleh: Mula Harahap

Sejak cucu saya lahir sebulan lalu saya belum pernah berhasil menggendongnya sampai tertidur di dalam dekapan tangan saya. Padahal saya ingin sekali melakukan hal tersebut.

Paling lama saya hanya berhasil menggendongya dengan tenang sampai lima menit. Setelah itu ia akan gelisah, meronta-ronta dan menangis. Sementara itu ia selalu kelihatan nyaman dan tenang dalam gendongan ibunya, ompung borunya atau namborunya.

Tadi pagi tiba-tiba saya mendapat “pencerahan” dan mulai menyadari apa yang menyebabkan cucu saya bisa tenang bila berada dalam gendongan ibunya, ompung borunya atau namborunya.

Saya mengambil handuk besar dari lemari, menggulungya dan menyumpalkannya di balik singlet saya. Ketika melihat saya menyumpalkan handuk di balik singlet, anak lelaki saya berkata, “Koq repot-repot amat, sih? Pakai saja beha Mama….” Tapi kata saya kepadanya, “Bapakmu ini sih memang gila. Tapi belumlah segila yang kau sangka…”

Setelah itu barulah saya menggendong cucu saya, menyangganya dengan tangan kiri, mendekap tubuhnya erat-erat dengan tangan kanan dan menempelkan pipinya di bagian dada saya yang menonjol karena disumpal handuk tersebut. Kini cucu saya kelihatan nyaman dan tenang dalam gendongan saya. Saya pun bisa bernyanyi-nyanyi pelan–menghiburnya dan sekaligus menghibur diri saya–sampai ia tertidur pulas.

Sementara bernyanyi-nyanyi pelan menidurkan cucu itu, tiba-tiba saya mendapat gagasan: Bagi ompung lelaki atau ayah yang relatif kurus dan yang tulang rusuknya agak menonjol keluar barangkali baik juga kalau diciptakan sebuah “mini set” atau rompi yang di bagian depannya diisi penuh dengan busa atau kapas. Nama produk tersebut (yah, apalagi kalau bukan) “Ompung Lelaki yang Montok”. Lalu agar produk itu lebih mempunyai nilai jual, di bawah label mereknya perlu juga disertakan sebuah tag yang berisi kata-kata (dalam bahasa Inggeris): Menumbuhkan hubungan penuh kasih-sayang antara anda dengan si kecil.

Kalau ada yang mau mengembangkan produk yang saya gagas ini dan menjualnya ke “Pigeon” atau “Chicco” maka dengan senang hati hak merek dan hak patennya akan saya serahkan secara cuma-cuma. Dan keuntungan yang diperoleh dari kerjasama dengan “Pigeon” atau “Chicco” silakan dipakai untuk membiayai perjuangan mempromosikan ASI. Saya serius, lho! 

One response to “Mini Set Untuk Ompung Lelaki yang Kurus

  1. Bergman Silitonga

    Hahaha! Ada-ada saja ompung yang satu ini. Sebenarnya sang cucu nggak betah digendong sama ompung bukan gara gara kurus, tapi karena brewoknya. Hahaha! Selamat jadi ompung ya, Pung. Syalom. Horas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s