Mr. Schaal Yang Murah Hati dan Perusahaan Otobus “Akap” Yang Dimusuhi Semua orang

Oleh: Mula Harahap

Ketika saya baru menjabat sebagai Penatua, empat tahun yang lalu, kalau membaca Warta GKI Kwitang, saya selalu menemukan kalimat: “Persembahan d. schaal. Pada kebaktian pemberkatan nikah si anu. Sekian puluh ribu rupiah….”

Dan yang lebih menarik perhatian dan membuat saya terkagum-kagum ialah, entah siapa pun pasangan yang menikah, selalu saja “Mr. D. Schaal” ini memberikan persembahannya.

Saya jadi penasaran. Akhirnya, suatu ketika, saya bertanya kepada isteri saya: “Kau ‘kan orang lama di GKI Kwitang?”

“Ya,” jawab isteri saya.

“Apakah kau mengenal anggota jemaat yang bernama D. Schaal? Saya rasa dia orang Jerman atau Belanda….”

“Tidak,” jawab isteri saya. “Ada apa dengan jemaat tersebut?”

“Hebat sekali dia,” kata saya. “Setiap kali ada pemberkatan nikah ia selalu ikut memberi uang
persembahan. Dan uang persembahannya pun lumayan besar…”

Isteri saya tertawa terbahak-bahak. “Oh, suamiku, Batak norak…..” katanya.

“Lho, mengapa?” saya jadi heran dan balik bertanya.

“Schaal itu dalam bahasa Belanda artinya nampan. Persembahan d. schaal artinya persembahan dalam nampan, atau persembahan yang diberikan oleh pasangan yang sedang menjalani pemberikatan pernikahan…”

Kini giliran saya yang terbahak-bahak menertawakan kebodohan diri saya.

Pengalaman yang sama dengan “Mr. Schaal” juga saya alami dengan “Perusahaan Otobis (PO) Akap”.

Kalau saya melintas di beberapa daerah di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat saya selalu menemukan rambu-rambu yang berbunyi: “Bus Akap Dilarang Memutar”, “Bus Akap Dilarang Menurunkan Penumpang” dan larangan-larangan lain yang sersifat diskriminatif terhadap PO Akap.

Setiap kali membaca larangan seperti tersebut di atas, saya selalu bertanya-tanya dalam hati: “Apa sih kesalahan yang telah diperbuat oleh perusahaan bis yang satu ini sehingga banyak sekali larangan yang diberlakukan kepadanya? Mengapa larangan yang sama tidak pernah diberlakukan kepada PO Pahala Kencana, PO Dedy Jaya, PO Saudaranta dsb….?”

Akhirnya, suatu kali, keheranan saya ini saya utarakan kepada seorang teman. Ia tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata.

“Akap itu artinya….antar kota antar propinsi. Itu bukan nama perushaan. Jadi apa pun
perusahaannya–entah itu Pahala Kencana, Dedy Jaya, Saudaranta atau Lorena—ia tetap dikenakan pertaruan yang sama. Bego amat sih lu…?!”

4 responses to “Mr. Schaal Yang Murah Hati dan Perusahaan Otobus “Akap” Yang Dimusuhi Semua orang

  1. Kalo soal “Mr. Schaal”, itu mungkin akupun akan mengajukan pertanyaan yang sama dengan Amang. Tapi soal AKAP? Ya ampuuun….apa komentar Inang waktu Amang tanyakan itu? Hahahahahaha.

  2. Amang, aku baca postingan ini sambil ketawa-ketawa sendiri di kantor. Ternyata aku ini bego kali yah, aku juga enggak pernah tau tentang Mr. Schaal & AKAP itu. Hahahha…

  3. Aku juga pernah mengalami sesuatu kebodohan: Waktu itu (untuk pertama kalinya) aku naik angkot di Bandung. Kalau tidak salah, turun di daerah Pabrik Kina. Ada penumpang yang naik dan turun, dan setiap ada yang turun selalu berucap, ” Kiri Pak Yun “, dan angkot pun berhenti sejenak. Demikianlah yang terjadi tiap ada yang hendak turun . Pikirku, “Hebat benar mereka tahu nama si supir Pak Yun. Darimana mereka tahu?” Sampai suatu saat aku cerita hal ini pada lae-ku Tambunan dan dia tertawa terbahak-bahak. “Oto nai ho,” katanya. “Pak Yun itu bukan nama supirnya. Payun itu artinya depan.” Hahaha.

  4. pandu p charis

    Sama juga pengalaman BTL yang jadi kernet angkot di Bandung.Beberapa kali si kernet yang baru seminggu meninggalkan Siborong-borong, meneriakkan Cahem..Cahem (mestinya Caheum,maksudnya Cicaheum) beberapa orang bilang “moal (maksudnya tidak)”. Eh dia protes sama sopirnya, Bang salah kali jurusan kita ! bukan Cahem tapi Moal ! dasar BTL….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s