Monthly Archives: January 2009

Hillophillop ni Lampoting di Sosor Manhattan (Seribu Kunang-kunang di Manhattan)

Oleh: Mula Harahap

I.
Pada akhir tahun 90-an Puslitbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI atas kerjasama dengan The Ford Foundation menyelenggarakan sebuah sayembara penerjemahan karya sastra dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia.

Tujuan PMB-LIPI menyelenggarakan sayembara tersebut adalah untuk menghidupan kembali bahasa daerah sekaligus mencoba mengukur sejauh mana bahasa daerah bisa mengkomunikasikan suatu kebudayaan yang sebenarnya sangat berbeda dengan kebudayaan dimana bahasa daerah tersebut digunakan. Apalagi telah cukup lama berkembang anggapan bahwa bahasa daerah hanyalah mampu mengkomunikasikan kebudayaannya sendiri.

PMB-LIPI memilih cerpen berbahasa Indonesia “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” (karya Umar Kayam) dan meminta berbagai orang untuk berlomba menerjemahkannya ke dalam bahasa daerahnya. Pemilihan atas cerpen karya Umar Kayam tersebut juga dilakukan dengan pertimbangan yang mendalam yaitu sesuai dengan tujuan sayembara. “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” ditulis dalam bahasa Indonesia modern, tentang orang Indonesia modern yang berinteraksi dengan seorang perempuan AS dalam setting metropolitan New York City. Karena itu tingkat kesulitan yang akan dihadapi oleh peserta sayembara dinilai cukup tinggi.
Continue reading