Monthly Archives: August 2009

Insiden Tari Pendet, Nation-State dan Kebudayaan Nusantara

Oleh: Mula Harahap

Iklan “Visit Malaysia Years” yang ditayangkan di saluran televisi Discovery menggambarkan dua orang perempuan berkostum Bali sedang menarikan tari Pendet dengan latar belakang menara kembar Petronas di Kuala Lumpur.

Bali bukanlah bagian dari negara Malaysia. Sepanjang pengetahuan kita tidak ada komunitas etnis Bali yang kehadirannya cukup besar di Malaysia sehingga kebudayaannya bisa dianggap sebagai bagian dari kebudayaan Malaysia, seperti halnya komunitas etnis Tionghoa, India, Dayak Kadazan, Minang dsb. Bahkan menurut informasi ini bukanlah insiden yang pertama kali. Sebelumnya iklan “Visit Malaysia Years” juga pernah menampilkan reog Ponorogo. Dan semua orang tahu bahwa selama ini tidak ada komunitas etnis Jawa asal Ponorogo yang hadir dalam jumlah signifikan di Malaysia sehingga mampu menghadirkan reog yang bisa dikatakan sebagai bagian dari kebudayaan Malaysia.
Continue reading

Advertisements

Selamat Ulang Tahun

Oleh: Mula Harahap

Kami dibesarkan di dalam rumah yang tak mengenal budaya merayakan ulang tahun. Dulu kalau salah seorang dari kami berulang tahun, Ibu hanya berkata, “Oh, selamatlah, ya. Sudah tambah umurmu. Karena itu baik-baiklah kau….” Tidak ada pesta dan tidak ada kue tart. Karena itu kami sering terheran-heran kalau menghadiri pesta keluarga (pakai kebaktian segala) yang diadakan oleh namboru-namboru kami ketika salah seorang anaknya berulang-tahun.

Seingat saya hari ulang tahun paling istimewa yang pernah saya alami ketika masih tinggal dengan ayah, ibu dan adik-adik di Medan ialah ketika saya duduk di bangku SMP. Oleh ibu saya diberikan sejumlah uang yang bebas saya gunakan untuk apa saja. Uang itu saya belikan sebungkus rokok Dji Sam Soe untuk saya nikmati bersama kawan-kawan di sekolah dan buku “Merahnya Merah” serta “Ziarah” karangan Iwan Simatupang, yang saya baca sampai kepala pening karena tak kunjung bisa memahami apa maksud novel yang absurd itu.
Continue reading