Book Packager: Apa Yang Mereka Lakukan Untuk Pengarang dan Editor?

Oleh: Sandra J. Taylor

Ada berapa book packager di AS ?

Lebih dari seratus. Dan ini bisa dilihat di dalam buku Literary Market Place.

Dari seluruh judul buku yang terbit setiap tahun di AS, ada berapa yang dihasilkan oleh “packager”?

Pada tahun 1990 tercatat bahwa satu dari setiap enam buku yang terbit di AS dikerjakan secara paket (packaging) oleh book packager. Dan hal ini tampaknya sudah menjadi praktek yang semakin luas di industri penerbitan AS.

Menurut pendapat anda, apa yang menyebabkan praktek book packaging semakin meluas?

Kita sudah mengenal praktek book packaging sejak 20 tahun yang lalu. Dan tampaknya praktek ini akan semakin meluas. Praktek ini memampukan penerbit untuk menerbitkan lebih banyak judul buku setiap tahun. Praktek ini juga menyebabkan sebuah imprint atau penerbit baru bisa muncul dan berkembang dalam waktu yang relatif singkat.

Book packaging adalah suatu hal yang sangat menghemat waktu. Seperti anda tahu, staf editorial penerbitan acapkali kelebihan beban pekerjaan. Dari pengalaman saya tahu, bahwa waktu yang tersisa untuk editor tidaklah banyak. Ada sejumlah naskah yang datang kepada anda. Naskah-naskah tersebut harus anda baca atau teliti dan terima atau tolak. Naskah itu harus pula anda bawa ke dalam rapat editorial atau pemasaran. Naskah yang sudah diterima harus pula anda edit. Book packager tidak saja membuat beban pekerjaan menjadi lebih ringan, tapi juga membantu menegakkan kontrol terhadap kwalitas serta memberikan perhatian penuh terhadap setiap buku yang sedang dikerjakan.

Penerbit seperti apa yang memakai tenaga book packager? Apakah penerbit kecil juga memakai tenaga book packager?

Penerbit kecil agar enggan memakai tenaga book packager karena takut bahwa mereka akan kehilangan kontrol atas proses penerbitan sebuah naskah. Mereka sudah terbiasa untuk melakukan kontrol penuh terhadap setiap tahap produksi suatu naskah. Tapi yang jelas book packager sangat membantu penerbit; baik penerbit besar mau pun penerbit kecil, baik penerbit yang ingin memperbesar jumlah judul terbitannya mau pun penerbit yang ingin beban pekerjaan staf editorialnya sedikit diringankan.

Sebagai seorang book packager, bagaimana caranya anda bisa bekerja lebih efisien bila dibandingkan dengan penerbit?

Saya mempekerjakan tenaga-tenaga freelance yang baik, yang tarifnya sangat kompetitif dan yang bisa mengkhususkan waktunya untuk menangani sebuah proyek., Kalau seorang editor di perusahaan penerbit harus berakrobat untuk menangani sejumlah naskah pada waktu yang bersamaan, maka seorang freelance editor hanya akan menangani satu naskah saja. Dan karena itu pula, freelance editor bisa mengerjakan sebuah naskah lebih cepat. Penghematan waktu berarti penghematan biaya. Sebagai book packager kami memiliki kemampuan untuk mencurahkan perhatian kepada setiap tahap produksi. Kalau anda adalah seorang editor atau copy editor di perusahaan penerbitan, maka anda jelas tak akan pernah bisa memusatkan perhatian hanya kepada satu naskah atau pekerjaan tertentu. Anda harus membagi waktu dan perhatian kepada sejumlah naskah atau buku.

Coba berikan contoh kepada kami tentang bagaimana anda melibatkan penerbit dalam setiap tahap produksi dari sebuah naskah yang sedang anda tangani.

Saat ini saya sedang mengumpulkan bahan-bahan untuk sebuah naskah atau buku resep masakan. Dan naskah ini akan saya serahkan kepada penerbit dalam bentuk disket yang siap untuk dijadikan filem tau plat cetak. Penerbit yang mempekerjakan saya bisa melihat setiap tahapan produksi yang saya lakukan. Saat ini mereka sedang meneliti semua resep yang saya kumpulkan. Mereka memberikan komentar, persetujuan atau penolakan atas resep-resep tersebut. Nanti, kalau naskahnya sudah selesai, saya masih akan memperlihatkannya kembali kepada mereka untuk dibaca dan dikomentari. Bila naskahnya telah sempurnah—telah diedit, di-copy-edit dan disimpan di disket—saya kembali masih akan memperlihatkannya kepada mereka. Saya juga akan memperlihatkan konsep desain buku tersebut kepada mereka. Setiap ilustrasi yang akan dimasukkan juga akan saya perlihatkan kepada mereka untuk disetujui atau ditolak. Dalam hubungan kerja antara book packager dengan penerbit tidak boleh ada unsur kejutan. Bila kita telah bekerja cukup lama dengan suatu penerbit, maka mereka tentu akan terbiasa dengan gaya dan selera kita. Terciptalah kepercayaan. Dan bila kepercayaan telah tercipta maka kita tak perlu lagi melibatkan mereka dalam setiap ditil dan tahapan pekerjaan. Tapi dari satu penerbit ke penerbit yang lain, hal ini bisa berbeda.

Sebagai book packager apakah anda memiliki bidang terbitan yang khusus?

Saya cenderung mengusulkan pekerjaan atau menerima pekerjaan atas naskah atau buku yang memang saya kuasai atau yang kwalitasnya bisa saya nilai dan pertanggung-jawabkan. Tapi ada packager yang memiliki tim kerja dan pengalaman yang begitu luas sehingga mereka mampu menangani naskah dari bidang terbitan apa pun.

Bagaimana caranya agar penulis bisa berhubungan dengan book packager?

Cara yang paling mudah tentu adalah dengan melihat buku Literary Market Place atau menghubungi American Book Producers Associatrion. Sebagai seorang book packager, saya selalu tertarik untuk mengenal pengarang yang menguasai bidang-bidang terbitan yang saya butuhkan: kehidupan flora dan fauna, lingkungan hidup, kehidupan di pedesaan, resep masakan, berkebun dsb. Kalau saya membaca pengarang atau tulisan tertentu di majalah, maka tulisan tersebut akan saya robek dan simpan. Lalu saya akan mencoba menghubungi si pengarang dan mencari tahu apakah mereka memiliki gagasan tentang penulisan sebuah buku atau apakah mereka tertarik dengan proyek penulisan yang hendak saya garap.

Sebagai seorang pengarang, maka manakah cara yang lebih mudah agar naskah saya diterbitkan; melalui book packager atau melalui penerbit?

Kalau seorang pengarang masih baru atau belum mempunyai buku yang pernah diterbitkan, maka agar naskahnya diterbitkan– tentu akan lebih mudah baginya untuk bekerja melalui book packager. Penerbit besar umumnya enggan menoleh proposal atau naskah dari seorang pengarang baru. Apalagi kalau pengarang tersebut datang langsung ke penerbit, tanpa melalui seorang agen.

Dalam upayanya menjalin kerjasama dengan book packager apakah pengarang juga harus lebih dahulu mengajukan proposal penulisan, sebagaimana yang dilakukannya dengan penerbit?

Ya. Tapi dengan catatan, mereka tentu harus mempunyai gagasan yang menarik dan spesifik.

Bagaimana anda membayar pengarang?

Bila saya memakai tenaga pengarang maka saya biasanya membayar secara flat. Tapi kemungkinan cara pembayaran yang lain tentu saja tidak tertutup.

Mengapa anda membayar pengarang secara flat? Dan mengapa pula pengarang cenderung menerima cara pembayaran yang seperti itu?

Kalau pengarang dibayar secara flat sebenarnya mereka mendapat lebih banyak daripada dibayar dengan sejumlah uang muka yang diperhitungkan dari royalti buku yang akan terjual nanti. Acapkali royalti dari buku yang terjual tidak bisa menutupi uang muka yang telah dibayarkan. Karena itu dewasa ini ada kecenderungan penerbit untuk memperkecil jumlah uang muka royalti. Dewasa ini, kalau laju penjualan buku tidak seperti yang diharapkan, penerbit juga cenderung
untuk cepat-cepat menjual bukunya secara remainder (obral). Pengarang tak pernah mendapat royalti sebagaimana yang dinyatakan dalam cover price.

Apakah pengarang yang menulis atau bekerja untuk book packager ada yang pernah mendapat royalti? Jika pernah; berapa royalti yang diterimanya?

Pernah. Tapi jumlahnya tergantung dari perjanjian yang dilakukan oleh si pengarang dengan book packager.

Jika seorang pengarang mengajukan proposal penulisan buku kepada penerbit, dan proposal itu diterima oleh penerbit, lalu pengarang datang membawa proposal itu kepada anda; maka siapa dengan siapa yang menandatangani kontrak penerbitan itu?

Biasa bermacam-macam versi.

Jika seorang pengarang datang membawa proposal kepada saya dan meminta saya mengajukan propsal tersebut kepada penerbit, maka saya dalam hal ini saya memposisikan diri sebagai literary agent. Saya akan menegosiasikan kontrak penerbitan naskah tersebut dengan si penerbit, menetapkan komisi saya dan menyerahkan urusan produksi naskah tersebut kepada si penerbit.

Atau, saya juga bisa memposisikan diri sebagai literary agent sekaligus book packager. Setelah saya berhasil menyerahkan proposal tersebut kepada si penerbit, maka saya juga menawarkan diri untuk menangani proses penulisan, editing, copy editing dan desain dari buku tersebut.

Ada pula book packager yang mengikat kontrak dengan pengarang. Lalu pada gilirannya ia mengikat kontrak pula dengan penerbit. Dalam hal seperti ini, maka uang muka dan royalti yang akan diterima pengarang lebih dahulu ditalangi oleh book pakckager dari kantongnya sendiri.

Apakah ada saran yang bisa anda berikan kepada para pengarang yang ingin mengikat kerjasama dengan book packager?

Jangan menaruh prasangka buruk kepada book packager. Jalinlah kerjasama dengan hati senang. Kedua belah fihak (pengarang dan book packager) hendaklah memperjelas posisi masing-masing; apa yang mereka inginkan. Bagi seorang pengarang pemula, book packager mungkin akan meminta sebuah naskah jadi alih-alih sebuah proposal. Tapi dalam perjalanan waktu, kepercayaan pasti akan terbangun.

Rajinlah mengikuti seminar, lokakarya, kongres dan pertemuan-pertemuan pengarang lainnya.

Bangunlah jaringan kerja. Jangan ragu-ragu dan malu-malu untuk bertanya kepada seseorang apakah mereka memiliki hubungan kepada sebuah penerbit atau packager.

Catatan:

Sandra Taylor menamatkan pendidikan tingginya dalam bidang bahasa Inggeris. Setelah tamat perguruan tinggi ia belum mempunyai rencana yang jelas tentang bidang pekerjaan yang ingin digelutinya. Karirnya di dunia penerbitan dimulainya secara tidak sengaja, yaitu ketika pada tahun 1972 ia pindah ke New Hampshire dan melamar pekerjaan di majalah Yankee. Setelah enam bulan bekerja sebagai sekretaris, ia diangkat menjadi assistant editor. Enam tahun lamanya Sandra Taylor bekerja di majalah Yankee. Kemudian ia bekerja di divisi penerbitan buku dari majalah tersebut selama sembilan tahun lagi. Di sana ia memulai karirnya sebagai editor dan akhirnya menjadi acquisition editor.

Pada tahun 1989, Sandra Taylor pindah ke Vermont. Ia bekerja sebagai editorial director pada Camden House Publishing, sebuah perusahaan Kanada yang memulai divisi penerbitan bukunya di Amerika Serikat. Selama bekerja di majalah Yankee, Sandra Taylor telah berhasil membina jaringan kerja dengan banyak literary agent di New York, District of Columbia dan berbagai wilayah lainnya. Ia juga membina hubungan baik dengan sejumlah besar pengarang. Camden House memiliki staf editorial yang tidak terlalu besar sehingga Taylor harus membagi sebagian besar dari pekerjaan editorialnya kepada para freelance editor, copy editor, proofreader dan sebagainya. Sementara mencari naskah baru, ia juga tetap mengawasi proses produksi dari setiap naskah. “Peralihan profesi dari seorang editor buku atau majalah menjadi seorang book packager adalah sebuah proses yang alami,” kata Taylor. “Saya telah memiliki kesempatan untuk melihat penerbitan dari tahap yang paling awal sampai ke tahap yang paling akhir, yaitu ketika buku terbit.”

Tahun 1992, Taylor kembali pindah ke New Hampshire dan mulai mendirikan perusahaan book packaging-nya sendiri. Setiap tahun ia melakukan pekerjaan secara paket (packaging) untuk lima sampai sepuluh buku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s