Category Archives: Agama

Ketika Ompung Mula Menunggui Gisella di Sekolah Minggu

Oleh: Mula Harahap

Sudah sejak beberapa bulan ini cucu saya Gisella (23 bulan) mengikuti sekolah minggu untuk kelas anak di bawah usia 3 tahun. Saya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan ibunya ketika mengikutkan anak yang masih sekecil itu dalam kelas sekolah minggu. Boleh jadi ibunya memang ingin agar sejak awal Gisella telah mendapatkan dasar-dasar kekristenan yang benar di dalam dirinya. Boleh jadi juga ibunya ingin agar Gisella mendapat kesempatan bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya, setelah dari Senin sampai Sabtu hanya bergaul dengan orang-orang dewasa di rumah. Boleh jadi juga ibunya–sama juga halnya seperti ibu-ibu lain di dunia ini–ingin memamerkan kebolehan anaknya. Dan apa pun alasan ibunya, saya pikir, semua itu adalah sah-sah saja.
Continue reading

Gereja yang Berkomunikasi di Tengah Pergumulan Masyarakat dan Bangsa

Oleh: Mula Harahap

Indonesia yang Sedang Berubah:

Selama 10 tahun terakhir ini situasi sosial dan politik Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan. Dari sebuah masyarakat dan bangsa yang dulunya tersentralisasi dan diatur secara otoriter, kini Indonesia telah menjadi sebuah masyarakat dan bangsa yang terdesentralisasi dan demokratis.

Kekuasaan tidak lagi terpusat di tangan segelintir elit yang berada di ibukota negara, tapi sudah menyebar kemana-mana. Propinsi dan kabupaten baru sebagai akibat kebijakan desentralisasi terus bermunculan. Kini Indonesia memiliki 33 propinsi dengan lebih dari 500 kabupaten/kota. Dan setiap tahun jumlah propinsi dan kabupaten/kota terus bertambah. Penyelenggaraan kehidupan bernegara pun kini lebih dititik-beratkan di level kabupaten/kota,
Continue reading

Buset! Ini mah namanya orang kurang kerjaan, Mama…

Oleh: Mula Harahap

Ketika kedua anak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, maka perselisihan yang paling sering saya alami dengan isteri saya ialah dalam soal membaca Alkitab. Isteri saya ingin sekali agar di rumah kami terbangun kebiasaan membaca Alkitab secara bersama-sama.

Isteri saya tumbuh dalam rumah yang memiliki tradisi seperti itu. Oleh karenanya wajar saja kalau dia juga ingin tradisi yang sama terbangun di rumahnya. Tapi cilakanya saya tumbuh dalam rumah dengan tradisi yang berbeda. Jangankan membaca Akitab, berdoa bersama saja, kecuali berdoa makan atau berdoa pada malam tutup tahun, pun kami tak pernah.

Saya bukan hendak mengatakan bahwa ayah saya seorang yang tidak percaya akan Tuhan. Saya rasa dia percaya sekali akan Tuhan. Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, kami anak-anak selalu melihatnya berdoa.
Continue reading

Saya sih mau bolpen, bukan mau Yesus….

Oleh: Mula Harahap

Peristiwa yang akan saya ceritakan berikut ini sudah lama sekali berlalu. Tapi kalau mengenangnya saya selalu tersenyum-senyum:

Suatu sore saya diminta oleh kedua anak saya untuk mengantarkan mereka ke gereja guna mengikuti sebuah acara mendadak. Malamnya, ketika menurut perhitungan saya acara itu telah berakhir, saya kembali ke gereja untuk menjemput.

Ternyata acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Lantai 2 itu belum selesai. Tapi yang menarik perhatian saya ialah bahwa saya melihat anak lelaki saya sedang duduk seorang diri di lantai bawah dengan raut muka yang sangat “suntuk”.
Continue reading

Minyak, Urap dan Minyak Urapan

Oleh: Mula Harahap

Praktek keagamaan untuk mengoleskan, memercikkan atau menuangkan sebuah bahan berbasis minyak ke tubuh seseorang, dengan harapan agar orang tersebut mendapat kesembuhan, pensucian diri atau peninggian derajat, rupanya tidak dikenal dalam kebudayan Indonesia. Karena itu bahasa Indonesia tidak memiliki kata yang khusus terhadap praktek keagamaan seperti itu.

Tapi terhadap bahan berbasis minyak itu, walau pun pada awalnya dalam budaya Indonesia tujuannya bukanlah dipakai untuk upacara keagamaan, ada kata yang khusus untuk itu, yaitu “urap”, Karena itu praktek keagamaan untuk mengoleskan urap ke tubuh seseorang, yang pada dasarnya memang tidak dikenal dalam kebudayaan Indonesia, disebut saja sebagai “pengurapan”.

Continue reading

Fenomena Psikis Yang Tak Lazim dan Hal-hal yang Supra-Natural dalam Ritus-ritus Keagamaan

Oleh: Mula Harahap

Ada aliran-aliran agama (agama apa pun itu) yang ritus-ritusnya membuat jemaat masuk ke dalam suasana emosi tertentu, lalu mengalami fenomena-fenomena psikis yang tak lazim, atau bahkan mengalami hal-hal yang tak bisa (atau belum bisa) dijelaskan dengan nalar dan karenanya juga disebut sebagai hal-hal yang supra-natural.

Kalau kita melihat orang melolong atau menggelepar gelepar di lantai dalam kebaktian sebuah kelompok Kristen di dekat bandara Toronto (yang dikemudian dikenal sebagai Toronto Blessing), atau melihat Bhagavan Sri Sathya Sai Baba memetik uang logam dari udara dan membagikannya kepada jemaatnya, maka semua itu adalah contoh dari ritus aliran-aliran agama yang membuat jemaat masuk ke dalam suasana emosi tertentu, lalu mengalami fenomena-fenomena psikis yang
tak lazim atau–bahkan–mengalami hal-hal yang bersifat supra-natural.

Continue reading

Sajak Talita, Mujizat Yesus dan Jumat Agung

Oleh: Mula Harahap

Di sebuah milis kristiani saya menemukan sebuah sajak anak-anak yang bercerita tentang kekewaan hatinya karena doanya tidak dijawab oleh Tuhan. Sajak yang membuat saya berpikir-pikir tentang doa, dan tentang mujizat sebagai jawaban doa itu, bunyinya seperti ini:

hate that i love you so much

oleh: talita luna siagian

aku benci karena sangat mencintaimu
saat kudapati minggu lalu
nilai matematikaku cuma tujuh
sebagai imbal dari semalam peluh

Continue reading