Category Archives: Media dan Komunikasi

Saya dan Facebook

Oleh: Mula Harahap

Kawan saya seorang Inggeris mengatakan bahwa kalau mereka naik kereta underground di London, maka mereka selalu berusaha untuk duduk tanpa bersentuhan dengan orang di kiri dan kanan, serta berusaha untuk menghindari kontak mata dengan orang di depan. Mereka selalu takut untuk mengganggu privacy orang lain, dan sebaliknya mereka juga tidak mau kalau privacy-nya diganggu. Bahkan pada jam-jam sibuk, ketika kereta sedang padat penumpang, mereka berusaha untuk menjaga “adat” tersebut.

Tapi kata kawan saya itu, hal yang sebaliknya berlaku di Indonesia. Kalau kita sedang naik kereta api, bus atau pesawat terbang kita selalu berusaha untuk melakukan kontak mata, senyum atau sapaan basa-basi dengan orang yang di sebelah atau di depan kita, untuk kemudian dilanjutkan dengan percakapan yang hangat dan intens. Kita tidak terlalu perduli kalau privacy kita diganggu, dan sebaliknya orang juga tidak segan untuk mengganggu privacy kita.
Continue reading

Advertisements

Perasaan dan Pikiran Saya di Seputar Pemunduran Sri Mulyani

Oleh: Mula Harahap

Saya bukan politisi dan tidak memiliki kontak-kontak dengan para politisi Indonesia. Oleh karena itu dalam menganalisa berita di media massa, saya lebih banyak mengandalkan tontonan atau bacaan yang tersurat maupun yang tersirat dari media massa itu sendiri. Dalam menganalisa perpolitikan di seputar Sri Mulyani ini pun halnya demikian.

Ketika Pansus Hak Angket sedang hangat-hangatnya bersidang dan memeriksa Sri Mulyani, saya membaca di sebuah media massa berita kecil tentang pertemuan yang diselenggarakan oleh Sri Mulyani di Hotel Darmawangsa. Pertemuan tersebut adalah pertemuan santai-santai. Diberitakan oleh media massa itu bahwa Sri Mulyani sedang bersantai-santai dengan sahabat-sahabatnya: makan, menyanyi dan menguatkan Sri Mulyani dalam masalah politik yang sedang dihadapinya.
Continue reading

Sri Mulyani, Media Massa dan Demokrasi

Oleh: Mula Harahap

Tadi malam (Rabu malam, 5 Mei 2010) ada acara “Apa Kabar Indonesia” di TV One. Dengan dipandu oleh Tina Taliisa yang menggemaskan itu, sejumlah politisi dan pengamat (baca: hantu-blau) sedang membicarakan isyu rencana mundurnya Sri Mulyani dari jabatan Meteri Keungan RI untuk kemudian menerima tawaran Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana.

Terlihat dengan jelas bagaimana tidak fair-nya stasiun televisi kepunyaan Aburizal Bakrie–yang notabene adalah lawan politik Sri Mulyani itu–memperlakukan Sri Mulyani. Dari Partai Demokrat yang mengusung Opsi C di dalam Pansus Angket Bank Century, dan yang karenanya juga adalah pendukung Sri Mulyani dalam memberikan dana talangan itu, mereka hanya mengundang politisi sekaliber Ruhut Sitompul. Sementara itu dari Partai Golkar mereka mengundang Priyo Budi Santoso, dari PDIP mereka mengundang Ara Sirait, dari pengamat mereka mengundang Ishanudin Noorsay (yang posisinya ke kiri dan ke kanan itu) dst. Tentu saja retorika Ruhut Sitompul tidak akan mampu memberikan bobot pembelaan terhadap Sri Mulyani dalam melawan retorika politik yang dibungkus dalam “bahasa seolah-olah hukum” yang digunakan oleh Priyo Budi Santoso dan Ara Sirat untuk mendiskreditkan Sri Mulyani.
Continue reading

Surat Prita Mulyasari dan Hak atas Kebebasan Mengutarakan Pendapat

Oleh: Mula Harahap

Saya sudah membaca e-mail Prita Mulyasari yang menyebabkan dirinya dipidana oleh RS Omni Alam Sutera itu. Dan inilah komentar saya terhadap e-mail dan kasus tersebut:

Bila surat seperti ini dipublikasikan di media massa (koran atau majalah) biasanya fihak R.S. Omni akan diberi hak untuk memberi tanggapan dan persoalan dianggap selesai. Tapi belakangan ini memang telah muncul “terobosan hukum” baru yang dimulai oleh perusahaan pengembang PT Duta Pertiwi di Jakarta. Perusahaan tersebut berhasil mempidanakan 3 warganegara yang menulis keluhan tentang pelayanan perusahaan tersebut dalam bentuk Surat Pembaca di beberapa suratkabar ibukota.

Menurut hemat saya tidak ada dasar bagi polisi dan jaksa untuk mempidanakan Prita berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008. Prita tidak menyebarluaskan informasi elektronik milik orang lain. Dia membuat informasi elektronik (e-mail) miliknya sendiri. Berdasarkan UU tersebut yang harus dipidanakan sebenarnya adalah mereka yang
menyebarluaskan informasi elektronik Prita dan membuat nama baik RS Omni tercemar (atau semakin tercemar).
Continue reading

Prita, Hukum yang Aneh, dan Negara Kapitalis-Sadis

Oleh: Mula Harahap

Inilah bunyi Pasal 27 UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang dipakai untuk mempidanakan Prita Mulyanasari:

PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27

(1). Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

(2). Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

(3). Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Continue reading

Antara Jamuan Cocktail dan Pesta Batak di Gedung Hermina atau Kolpatarin Itu

Oleh: Mula Harahap

Saya adalah anggota yang cukup aktif dari sebuah milis yang mayoritas angotanya adalah orang-orang Batak. (Sebuah milis yang membicarakan tentang Tuhan dan adat “pulak”. Bayangkanlah bagaimana gegap-gemptanya). Tapi setelah bertemu dengan Facebook kehadiran saya di milis tersebut memang menjadi kurang intensif. Beberapa kawan saya, anggota milis tersebut, rupanya melihat juga apa yang terjadi atas diri saya, dan mengeluarkan komentar atau guyonannya. Kepada mereka saya mengatakan bahwa ini adalah yang sangat biasa dan manusiawi: Semua orang akan asyik-masyuk dengan “barang baru”.

Tapi setelah 2 bulan menjadi anggota Facebook, saya rasa, saya sudah menemukan keseimbangan. Saya sudah tahu kelemahan dan kelebihan Facebook dibandingkan dengan media yang lainnya (milis dan blog).

Facebook itu ternyata adalah media untuk bertegur-sapa. Disebabkan oleh banyaknya feature yang ditawarkan olehnya, maka perhatian orang menjadi terbelah. Orang tidak punya waktu dan tidak suka berkomunikasi secara intens di Facebook.
Continue reading

Mengkutak-katik Google Translate

Oleh: Mula Harahap

Sebagai orang yang pernah menerjemahkan beberapa buku maka saya merasa bahwa pekerjaan menerjemahkan itu bukanlah pekerjaan yang mudah.. Disamping harus mengganti arti kata-kata dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain, kita juga masih harus memahami maksud kalimat atau alinea dari satu bahasa, dan menuliskannya kembali dalam kalimat atau alinea dari bahasa yang lainnya sehingga pembaca bisa menangkap pikiran dan perasaan yang disampaikan oleh si penulis. Dan lebih jauh lagi, kita juga harus bisa menyampaikan kepada pembaca “style” atau gaya bertutur si penulis.

Continue reading