Category Archives: Pendidikan

Kemelut dalam Indusri Penerbitan Buku Sekolah dan Bagaimana Penerbit Mengatasinya

Oleh: Mula Harahap (Notulis)

Pada hari Jumat 4 Juni 2010, bertempat di kantor IKAPI DKI Jakara telah berlangsung sebuah diskusi “round table” yang membicarakan permasalahan di seputar industri penerbitan buku sekolah.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Pengurus IKAPI DKI Jakarta, dan yang dihadiri oleh sejumlah pengamat industri penerbitan buku dan praktisi industri penerbitan buku sekolah ini, adalah diskusi pertama dari serangkaian diskusi untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh industri penerbitan buku Indonesia, serta mencari pikiran-pikiran bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.

Berikut ini adalah rangkuman dari diskusi tersebut. Mudah-mudahan dari rangkuman diskusi awal ini para penerbit anggota IKAPI bisa memahami persoalan secara lebih baik dan bisa memuncukan gagasan dan pikiran untuk perbaikan di masa mendatang.
Continue reading

Indonesia Library and Publisher Expo (17-25 Oktober 2009)

Oleh: Mula Harahap

Dari tanggal 17 sampai dengan 25 Oktober 2009 mendatang Perpustakaan Nasional RI dan Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat akan menyelenggarakan sebuah pameran perpustakaan dan penerbit, atau yang disebut sebagai “Library and Publisher Expo”.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, di dalam pameran ini berbagai perpustakaan dan penerbit secara bersama-sama akan memperkenalkan jasa dan produk yang dihasilkannya kepada masyarakat. Perpustakaan akan memamerkan fasilitas ruang penyimpnan dan ruang bacanya, sistem pelayanannya, koleksinya dsb, dan penerbit akan memamerkan buku-buku yang diterbitkannya (terutama terbitan terakhir), bidang atau jenis terbitan yang menjadi garapannya dsb. Tujuan dari pameran bersama ini tentu saja adalah semakin meningkatkan kecintaan terhadap buku dan kegemaran membaca di masyarakat.
Continue reading

Camp untuk Mengisi Libur Panjang Anak-anak

Oleh: Mula Harahap

Ketika anak-anak saya masih duduk di bangku SD, bulan Juni seperti sekarang ini adalah bulan yang menggelisahkan bagi saya. Anak-anak itu akan menjalani libur panjang sekolah. Sementara itu, karena pekerjaan, saya tidak mungkin mengambil cuti panjang menemani mereka berlibur. Paling-paling saya hanya bisa mengambil cuti selama 2 atau 3 hari dan menemani mereka ke luar kota.

Saya selalu kasihan melihat anak-anak, karena sebagian besar libur panjang itu akan mereka habiskan di rumah. Sebenarnya bisa saja saya mengirimkan mereka ke tempat sanak-saudara di kota lain. Tapi mereka tidak mempunyai teman bermain yang sebaya di sana. Karena itu paling-paling, sama seperti di Jakarta, mereka hanya akan menghabiskan waktu di dalam rumah.
Continue reading

How Children Fail

Oleh: Mula Harahap

Di tahun 1970-an pernah terbit sebuah buku yang menggegerkan dan bestseller yang berjudul “How Children Fail” karangan John Holt. Buku ini menceritakan hasil pengamatan sang pengarang–seorang guru SD di AS–selama bertahun-tahun terhadap para anak didiknya.

Dengan rinci John Holt memperlihat di dalam bukunya bagaimana anak-anak berpikir dan menciptakan jalannya sendiri dalam memahami berbagai persoalan. Cara atau jalan mereka memang tidak sama seperti yang dipakai oleh orang dewasa. Tapi ujungnya atau hasilnya tokh sama saja.

Ternyata anak-anak memiliki logika dan persepsinya sendiri dalam memahami pelajaran, dan yang oleh metode pendidikan “what so called” modern (hasil ciptaan orang dewasa) acapkali dianggap salah. Walhasil anak-anak itu acapkali dinilai bodoh.Buku itu tentu saja mendapat kecaman yang keras dari otoritas pendidikan dan para guru.
Continue reading

Pelajaran Membuat Klipping

Oleh: Mula Harahap

Ketika anak-anak saya masih duduk di bangku SD maka ada satu kegiatan kurikuler mereka yang selalu membuat saya naik pitam: Kegiatan membuat klipping. Saya tidak tahu apakah kegiatan itu termasuk dalam bidang studi bahasa Indonesia atau bidang studi prakarya. (Tapi tampaknya dia termasuk dalam bidang studi bahasa Indonesia).

Saya naik pitam bukan karena koran atau majalah itu digunting-gunting, ditempeli dengan rapih di atas kertas, difotokopi lalu dijilid rapih dengan “spiral binding”. Saya naik pitam karena kegiatan itu terkesan seperti kegiatan yang tak memakai otak.

“Pak, kata guru besok kami harus membuat klipping tentang Pekan Olahraga Nasional,” begitulah biasanya kata anak-anak kepada saya.

“Ya, buatlah. Disitu ada setumpuk koran dan majalah.”

“Yah, bapak dong yang cariin…..”

Continue reading

Industri Penerbitan Buku Sekolah dan Pendidikan di Indonesia

Oleh: Mula Harahap

Pada tanggal 27 Juni 2007 yang lalu, bertempat di Hotel Millenium-Jakarta, telah berlangsung pertemuan penerbit-penerbit buku sekolah se Indonesia. Di dalam pertemuan tersebut para penerbit mencoba memetakan dan mencari jalan keluar terhadap berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam industri penerbitan buku sekolah. Dasar yang dipakai di dalam pertemuan tersebut adalah makalah sebagaimana yang terurai di bawah ini. Makalah ini merupakan hasil diskusi pendahuluan (sebanyak empat kali) yang dihadiri oleh pelaku-pelaku dalam industri penerbitan buku sekolah.

Mudah-mudahan pokok-pokok pikiran dan permasalahan yang ada di dalam makalah ini bisa merangsang kita semua yang menaruh keperdulian terhadap pendidikan di Indonesia untuk ikut berpikir.
Continue reading

Hai! Ternyata You Masih Hidup

Oleh: Mula Harahap

Perkenalan saya dengan Menteri Depdiknas (waktu itu P dan K) Fuad Hassan terjadi karena urusan pameran buku. Waktu itu, tahun 1987, saya menjabat Sekretaris Panitia Indonesia Book Fair, mendampingi Arianto T yang menjabat sebagai Ketua Panitia.

Adalah merupakan suatu kebiasaan, dan juga dianggap sebagai suatu prestise, pada waktu itu, kalau hajatan
besar seperti Indonesia Book Fair dibuka oleh Menteri. Tapi karena konflik yang terjadi di tubuh Ikapi, kami mendapat kesulitan untuk berhubungan dengan Menteri dalam kaitan meminta kesediannya membuka pameran. Tampaknya Menteri mendapat informasi yang kurang tepat mengenai eksistensi kami, dan tidak bersedia menerima kami. Karena itu kami mencoba berbagai cara untuk
bertemu Menteri dan menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Kami mencoba mencegatnya dalam sebuah acara di Hotel Borobudur. Kami mencoba datang ke rumahnya. Kami mencoba mengirim surat. Tapi semua tak berhasil.

Continue reading