Tag Archives: permenungan

Saya dan Kura-kura Saya

Oleh: Mula Harahap

Saya rasa para pedagang yang selalu berkerumun di depan pagar SD (terutama SD Negeri yang marjinal itu) adalah manusia yang paling kreatif dan inovatif. Mereka selalu tahu bagaimana caranya memberi nilai tambah kepada sebuah barang, yang oleh orang dewasa sebenarnya sudah dianggap tak berguna, sehingga di mata anak-anak kecil yang penuh imajinasi dan fantasi, barang tersebut menjadi sesuatu yang istimewa.

Ketika anak lelaki saya masih duduk di bangku SD saya selalu geleng-geleng kepala melihat oleh-oleh yang dibawanya pulang dari sekolah, dan yang dibelanjakannya dengan uang jajannya yang kecil itu.

Sekali waktu anak saya membawa sebuah “gramafon”. Dan yang dimaksud dengan gramafon adalah sebuah kotak dari karton (corrugated paper) dan di tengahnya ada sebuah pringan hitam yang didudukkan di atas sebuah paku.

Continue reading

Advertisements

Teruskan

Oleh: Robert Fulghum

V.P. Menon adalah seorang tokoh terkemuka di India pada saat negara tersebut sedang berjuang merebut kemerdekannya dari Inggeris selepas Perang Dunia II. Ia adalah pegawai pribumi yang paling tinggi jabatannya dalam pemerintan kolonial, dan dia jugalah orang yang diandalkan oleh Lord Mounbatten untuk menyusun konsep terakhir pasal-pasal perjanjian kemerdekaan negara tersebut. Dibandingkan dengan para pemimpin gerakan kemerdekan India lainnya, Menon memang merupakan suatu kekecualian. Ia seorang otodidak. Ia tidak memiliki ijazah dari Oxford atau Cambridge yang bisa digantungnya di dinding kantornya.. Dan ia juga tidak memiliki kasta atau latar belakang keluarga yang bisa menyokong ambisinya.

Continue reading

Ayah Maria

Oleh: Robert Fulghum

Saya sering berpikir-pikir tentang sosok kakek Yesus dari fihak ibu: Ayah Maria. Memang ia tak disebut-sebut di dalam Alkitab. Tapi ia tentu pernah eksis. Dan apa pun posisi teologi anda, perlu anda ingat, bahwa Alkitab penuh berisi kisah-kisah manusia yang sama seperti anda dan saya.

Bayangkan! Suatu malam ayah Maria pulang dari kerja dalam keadaan letih dan tiba di rumah. Isterinya dan puterinya sedang duduk di meja makan. Isterinya kelihatan murung. Udara di ruangan itu terasa berat. Maria sedang tertunduk di meja. Kepalanya tertumpu di atas kedua tangannya. Dia menangis.

Continue reading